Showing posts with label politics. Show all posts
Showing posts with label politics. Show all posts

Saturday, August 11, 2012

Alim Ulama Rohingya Sudah Habis di Myanmar!

Muhammad Rafiq, Pengungsi Rohingya


Matanya berkaca-kaca, suaranya bergetar, saat Muhammad Rafiq mengenang kembali kampung halamannya di Myanmar. Kesedihannya bertambah, ketika saudara Muslim Indonesia mendekap tubuh Rafiq sebagai tanda simpati.


Rafiq adalah salah satu pengungsi Muslim Rohingya asal Myanmar yang kini tinggal di Cisarua, Bogor. Ia bersama istri dan kedua anaknya baru sembilan berada di Indonesia. Sebelumnya ia terlunta-lunta di Bangladesh dan Thailand. Rafiq yang didampingi saudaranya, Din Muhammad, berkisah tentang kondisi terakhir Myanmar dengan bahaya Melayu.


“Saya baru 9 bulan berada di Indonesia. Di Bogor, saya tinggal bersama istri, dua anak, satu saudara saya. Sebelumnya saya mengungsi di Bangladesh selama satu bulan), Thailand Selatan (Patani) selama 1 tahun, perahu Nelayan, saya singgah di Tanjung Pinang (Indonesia) selama 8 hari, lalu ke Medan 3 hari 3 malam, sempat ke Kuningan (42 hari), hingga berakhir di Bogor. Saya difasilitasi oleh IOM dan UNHCR. Di sini, saya dikasih makan dan rumah kecil,” kata Rafiq.


Sebelum mengungsi, Rafiq bekerja sebagai penjual ikan di Arakan. Ia mencoba mengingat kembali pembantaian demi pembantaian yang dilakukan oleh junta militer Myanmar. “Rakyat Buddis pake baju militer, mereka bercampur dengan tentara, untuk membakar masjid. 


Pukul 02.00-03.00 dinihari (waktu setempat), tentara mendatangi rumah-rumah penduduk. Anak-anak usia 12 sampai 17 tahun mereka bawa dengan mata tertutup dan tangan terikat, untuk kemudian diperkosa dan dibunuh. Ada diantaranya yang dipotong tangannya.”

“Selanjutnya, rumah warga dirampok, di bom Molotov. Yang jelas, sudah 36 masjid yang dibakar, 76 rumah yang juga dibakar, belum di tempat lain. Sungai-sungai penuh dengan orang mati.


Ketika ditanya apakah Muslim Rohingya melakukan perlawanan? Kata Rafiq, kalau kami bunuh satu orang saja, maka mereka akan membawa pasukan yang lebih banyak lagi. “Kita lawan, tapi tidak menang. Karena jumlah kami sedikit dan tidak memiliki senjata. Kami hanya menggunakan pisau dan kayu saja.”


Bagaimana dengan ulama Rohingya di sana? “Semua ulama sudah banyak yang ditangkap. Mereka dibunuh. Ada 10 ulama yang berjenggot ditutup matanya lalu dibawa ke mobil untuk ditangkap. Ulama di Myanmar sudah habis. Tidak ada lagi ulama yang menyerukan jihad,” ujar Rafiq sedih dan mengaku tak bisa tidur memikirkan kekejian junta militer Myanmar.


Selama di Bogor, Rafiq berusaha untuk mencari informasi, namun ia kehilangan kontak dengan saudara-saudaranya di Myanmar. Ia hanya bisa berkomunikasi dengan sesama pengungsi di Medan. 


“Saya kontak ke Medan. Sudah tiga kali saya tanya, saya tidak dapat informasi terkini di Myanmar. Pernah saya kontak ke Myanmar, pulsanya cukup besar, Rp. 8000/menit. Saat ini Muslim Rohingya menyebar di sejumlah tempat di Indonesia, mereka ada di Tanjung Pinang, Medan, Kalideres (Jakarta), Kuningan dan Bogor.”


Saat ditanya, apakah anda akan memilih Indonesia sebagai tempat suaka atau sekedar transit saja untuk menuju negara tujuan, Australia? “Saya lebih suka di Indonesia. Di Australia, Muslimnya sedikit. (Voa-Islam)

Lihat yg lebih 'brutal' di sini !

Thursday, August 9, 2012

Kedelai Indonesia Sebenerya Buat Pakan Babi !


JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menilai Menteri Perdagangan Gita Wirjawan tidak becus melakukan pengawasan terhadap kedelai impor. Khususnya dari Amerika Serikat.

Koordinator Fitra Uchok Sky Khadafi, mengungkapkan kedelai impor yang masuk ke Indonesia ini adalah untuk pakan ternak babi.

"Berdasarkan riset Fitra, yang kita temukan dari informasi dan data yang kami peroleh sudah puluhan tahun, sebelum reformasi sampai sekarang pemerintah dalam hal ini Mendag tidak melakukan pengawasan yang becus," ujar Uchok kepada Tribunnews.com, Jakarta, Kamis (9/8/2012) malam.

Uchok mengatakan Mendag tidak melakukan pengawasan dan seakan menutup mata mengenai kedelai impor, khususnya yang dari Amerika. Selama puluhan tahun itu, kedelai impor yang masuk ke Indonesia dan yang menjadi bahan baku tempe dan tahu itu di Amerika sendiri merupakan pakan ternak babi.

"Kedelai impor yang masuk itu bentuknya bungkil, dimana kedelai itu utuh tapi minyaknya sudah diambil. Dan di Amerika itu buat pakan ternak babi," kata Uchok.

"Kedelai impor itu yang seharusnya untuk ternak di Indonesia dijual di pasar dan itu yang dibeli dan dibuat untuk tempe dan tahu. Sebenarnya bukan untuk dijual untuk konsumsi manusia, untuk ternak. Tapi di negeri ini malah dijual di pasaran untuk akhirnya dikonsumsi manusia," tegasnya sembari mempertanyakan dimana peran pengawasan pemerintah, khususnya menteri perdagangan yang harusnya melakukan pengawasan dan perlindungan kepada masyarakat.

Uchok menuding Gita Wirjawan selaku menteri perdagangan yang punya otoritas tidak becus bekerja mengawasi proses impor kedelai dari negeri asalnya hingga sampai ke tanah air.

Dia menegaskan kealpaan menteri perdagangan melakukan pengawasan atas kedelai impor tersebut tidak sejalan dengan besarnya anggaran yang digelontorkan dalam APBN. Disebutkan, anggaran yang mengucur ke kementerian tidaklah jumlah kecil, sehingga membuat Mendag dan intansinya sulit melakukan pengawasan yang ketat.

Menurut Uchok, anggaran untuk Sekretariat Ditjen standarisasi dan perlindungaan konsumen untuk tahun 2011 sebesar Rp29.240.066.000; Direktorat pengawasan barang beredar dan jasa sebesar Rp35.000.000.000.

Belum lagi anggaran yang digelontorkan buat Direktorat pemberdayaan Konsumen sebesar Rp11.500.000.000; Badan perlindungaan konsumen nasional sebesar Rp15.500.000.000.
"Ini semua untuk tahun 2011," jelasnya.

Sedangkan pada APBN-Perubahaan 2012 dana sebesar Rp2.221.500.000.000 dikucurkan ke Kementerian Perdagangan. Dengan rincian diantaranya, Sekretariat Ditjen standarisasi dan perlindungaan konsumen untuk tahun 2012 sebesar Rp43.534.000.000, Direktorat pengawasan barang beredar dan jasa sebesar Rp42.729.880.000, Direktorat pemberdayaan Konsumen 2012 sebesar Rp17.500.000.000 dan Badan perlindungaan konsumen nasional sebesar Rp16.000.000.000.

Namun, menurutnya besarnya anggaran ini tidak diikuti dengan kerja pengawasan impor kedelai yang baik pula guna melindungi masyarakat sebagai konsumen.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bisa dibuktikan kualitas kedelai lokal dan impor itu sendiri. Keledai lokal yang jadi tempe, habis digoreng keras tidak lembek. Sedangkan keledai impor untuk pakan babi, kalau sudah digoreng, selesai dingin, lembek lagi setelah dingin.

"Kedelai lokal yang dijadikan tempe busuknya lama 2 sampai 3 hari. Kalau kedelai impor sehari sudah busuk. Rasanya, kedelai lokal gurih, atau impor asam. Kedelai yang diimpor itu seharusnya pakai tepung, tapi saat ke Indonesia, dalam bentuk utuh atau curah, dan dikonsumsi manusia. Dan ini pelanggaran HAM, makanan binatang dikasih manusia," pungkasnya.

aing biasa makan tempe ni boi masa aing dikatain babi???

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Wednesday, August 8, 2012

Air Mata Hari Suwandi Muncul di Iklan Politik Bakrie

 

Korban Lapindo Hari Suwandi yang sempat ngotot menuntut keadilan kepada Aburizal Bakrie, tiba-tiba saja ia minta maaf dan menangis. Aksi minta maafnya ini kepada keluarga Bakrie yang ditayangkan di TvOne kini dijadikan sebuah iklan. Dalam iklan itu terlihat aksi-aksi kemarahan Hari yang menggugat dan berunjuk rasa di depan Wisma Bakrie.

Setelah tayangan aksi kemarahan, adegan berlanjut dengan permintaan maaf Hari dan muncul titel dalam iklan tersebut tulisan :”Akhirnya Nurani Bicara…” Tagisan Hari Suwandi dan permintaan maafnya kepada keluarga Bakrie menjadi penutup iklan. Sempat muncul gambar Aburizal Bakrie, capres dari Golkar tahun 2014 mendatang.

Hari yang dituduh menerima uang miliaran untuk iklan tersebut pun langsung membantah. “Saya belum tahu iklan itu. Tapi saya tegaskan, ini bulan puasa. Saya tidak terima uang Rp 100 juta atau Rp 1 miliar dari keluarga Bakrie,” jelas Hari yang kini berada di Kediri, Jatim seperti dikutip Wisbenbae

Hari berharap pengakuan dan permintaan maafnya di TvOne tidak dibawa ke ranah politik. Hari juga membantah dirinya menerima gaji rutin tiap bulan dari keluarga Bakrie sebesar Rp 5 juta sebulan.

Tuesday, August 7, 2012

Ternyata Indonesia Impor Kurma dari Israel!


 Jakarta - Meski tidak resmi memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi rupanya hubungan dagang Indonesia dengan negara Yahudi ini tidak dapat dilepaskan seutuhnya.

Tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Selasa (7/8/2012), setidaknya dari 9 buah impor terbesar yang diminati masyarakat Indonesia, ada 2 buah impor yang berasal dari Israel.

Memang jumlahnya tidak banyak, tetapi pada bulan Juni tahun ini, tercatat masuknya impor kurma dari Israel. Impor tersebut sebanyak 20,6 ton dengan nilai US$ 191,3 ribu dan baru dilakukan satu bulan sejak bulan Januari 2012.

Selain itu, ada juga buah Jeruk Shantang yang berasal dari negara zionis ini. Sebanyak 0,666 ton jeruk shantang dengan nilai US$ 709 masuk dari Israel pada bulan April tahun ini. Impor jeruk itu, hanya terjadi sekali sepanjang satu semester tahun 2012.

Merk-Merk Kurma Israel :





Sumber: detikFinance

Friday, August 3, 2012

Orang Indonesia yg punya prinsip !

[imagetag]
Rohaniwan Franz Magnis Suseno ''mempelopori'' penolakan terhadap Penghargaan Ahmad Bakrie (Bakrie Award) pada 2007. Ketika itu Romo Magnis menolak menerima hadiah Bakrie Award dengan alasan bencana lumpur Lapindo yang disebabkan anak perusahaan Bakrie. DOK/TEMPO/ Zulkarnain


[imagetag]
Sastrawan Sitor Situmorang sejatinya mendapatkan anugerah sastra pada Penghargaan Ahmad Bakrie 2010. Namun penyair ini menolak menerima hadiah dengan alasan serupa yang dikemukakan Franz Magnis Suseno. DOK/TEMPO/ Hendra Suhara

[imagetag]
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dari 1978 sampai 1983 dalam Kabinet Pembangunan III Daoed Joesoef, diberi gelar ''Pemikir Sosial'' dalam Penghargaan Ahmad Bakrie 2010. "Mengikuti hati nurani sendiri," adalah alasan penolakan Daoed tersebut. DOK/TEMPO/ Novi Kartika

[imagetag]
Budayawan Goenawan Mohamad (GM) memberikan keterangan pers terkait pengembalian penghargaan Bakrie Award yang diterimanya pada tahun 2004, di Komunitas Salihara, Jakarta, Selasa, 22 Juni 2010. Pengembalian piala dan uang sebesar Rp 154 juta (dihitung dengan memasukkan bunga SBI sejak 2004 sampai 2010) tersebut dilakukan atas akumulasi kekecewaan GM terhadap tindakan yang berkaitan dengan Aburizal Bakrie. DOK/TEMPO/Panca Syurkani

[imagetag]

Seno Gumira Ajidarma menerima pemberitahuan akan mendapat penghargaan Ahmad Bakrie tahun ini. Namun doktor ilmu sastra Universitas Indonesia itu menolak dengan mengatakan "sebaiknya penghargaan tersebut diberikan pada orang lain yang dianggap layak." TEMPO/Rully Kesuma


Wednesday, August 1, 2012

Istana Irjen Djoko Susilo

Rumah tersangka kasus dugaan korupsi simulator SIM, Irjen Djoko Susilo, berlokasi di Jl Leuwinanggung, Leuwinanggung, Tapos, Depok, Rabu (1/8/2012). Rumah itu terlihat mentereng dibanding yang lain. seluruh rumah ini dikelilingi tembok kokoh plus kawat berduri, bahkan hingga bagian belakangnya.







Semboyan Korea Selatan Terinspirasi Dari Al-Quran

[imagetag]
Pada tahun 1970an, Presiden Korea Selatan Park Chung Hee berkunjung ke Indonesia, tepatnya ke serambi Mekkah, atau Aceh. Pada waktu itu ada kunjungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan. Pada suatu hari yang tidak sibuk, pak presiden Korea Selatan ini berkunjung ke salah satu masjid yang ada di Aceh, yaitu masjid Baitturahman. Pada saat itu juga beliau merasa tertarik pada satu ayat Alquran yang dipajang di salah satu dinding masjid. Beliau bertanya kepada salah satu pengurus masjid, "Artinya apa ?", "Innallaah laa yughoyyiru maa biqoumin, hatta yughoyyiru maa bi anfusihim" yang artinya Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka (QS 13 : 11).

Sang presiden terkejut dan merasa kagum dengan ayat tersebut, walaupun presiden bukan seorang muslim tapi beliau sangat terkagum-kagum mendengar satu potongan ayat tersebut. Lalu sang presiden bertanya lagi pada pengurus masjid, "Bolehkah saya bawa ke negara saya ?", pengurus masjid berkata, "tentu saja boleh".

Jadilah ayat tersebut dibawa ke Korea Selatan dan dijadikan slogan resmi negara ini. "Tuhan tidak mengubah keadaan Korea Selatan, sampai rakyat Korea Selatan yang mengubah keadaannya sendiri". Padahal hanya satu ayat, tapi luar biasa mampu merubah satu bangsa Korea Selatan sampai sekarang.

Jika kita mampu mengaplikasikan semua ayat Alquran, Insya Allah bangsa indonesia akan maju dan sejahtera dari negara manapun, wallahu a'lam.




Bangsa yang Hilang itu bernama Kosovo

Kosovo, Kembalinya Bangsa yang Hilang

Dunia kembali menorehkan sejarah baru. Ahad, 17 Februari 2008, seluruh bangsa di dunia menjadi saksi lahirnya negara Muslim pertama di benua Eropa bernama Kosovo.

Pejuangan Muslim Kosovo yang berliku nan terjal—penuh airmata dan darah—itu akhirnya berbuah kedaulatan dan kemerdekaan. Dunia pun menyambut kehadiran negara Muslim itu.

Lalu bagaimanakah Islam menancapkan pengaruhnya di Kosovo hingga mampu bertahan sampai sekarang?

Sejarah mencatat, jejak peradaban di Kosovo telah ditemukan sejak ribuan tahun lalu. Masyarakat Kosovo kuno dikenal dengan sebutan Dardania. Sumber-sumber sejarah menyebutkan, Kerjaaan Dardania telah berdiri di awal abad ke-4 SM.

Sejarawan Roma dan Yunani melukiskan, masyarakat Kosovo pada era itu adalah para pekerja keras, murah hati, dan memiliki peradaban yang sudah maju. Raja Longarus, Monunius, dan Bato merupakan penguasa Dardania terkemuka yang kerap berperang dengan bangsa Macedonia. Kerajaan itu pun seringkali memenangkan pertempuran.

Wilayah Dardania atau Kosovo begitu menggiurkan, lantaran kaya akan sumber emas. Tulisan-tulisan kuno menggambarkan Dardania sebagai sentra produsen perhiasan. Tak heran, bila kemudian wilayah itu selalu menjadi incaran.

Imperium Romawi menaklukkan wilayah itu pada akhir abad ke-1 SM. Pada masa kekuasaan Kaisar Aleksander Agung, agama Kristen mulai menyebar dan mengakar.

Ketika bangsa Barbar melakukan invasi antara abad ke-5 M hingga ke-8 M, Dardania justru menjadi ‘surga’ yang aman bagi perkembangan bahasa dan budaya Illyrian—warisan Romawi.

Konstelasi kekuasaan di Dardania kembali berubah antara abad ke-9 hingga abad ke-11. Pada saat itu, dominasi Kekaisaran Byzantium diambil alih Kerajaan Bulgaria dan tak lama kemudian berpindah lagi ke pelukan Byzantium.
Pada tahun 1190 M, bangsa Serbia di bawah kekuasaan Dinasti Nemanjic menginvansi Kosovo dan menguasai wilayah itu hampir selama dua abad. Kekuasaan Serbia atas Kosovo berakhir ketika pasukan tentara Kerajaan Usmani atau Ottoman Turki melebarkan sayap kekuasaannya ke wilayah Tenggara Eropa pada 1389 M.

Dalam Perang Kosovo Polje, koalisi tentara Kristen termasuk etnis Albania, Bosnia dan Hunggaria yang dipimpin pangeran Serbia, Lazar Hrebljanovic, tak mampu membendung gempuran Kerajaan Usmani.

Mulai 1455 M, Dinasti Usmani secara resmi menguasai wilayah Kosovo. Kehadiran Kerajaan Usmani telah membawa Kosovo menuju era baru.

Seiring jatuhnya Kosovo ke tangan Dinasti Usmani, etnis Albania yang menyingkir dari tanah kelahirannya ketika Serbia berkuasa, kembali pulang ke Kosovo. Selama masa itu, kebanyakan orang Albania masih menganut Kristen.

Di bawah kekuasaan Usmani Turki, orang Albania dan Serbia yang tinggal di Kosovo bisa hidup berdampingan. Beberapa penguasa Serbia di Kosovo pun diberi kesempatan untuk tetap berkuasa di Kosovo, namun berada di bawah Sultan Ottoman.

Perlahan tapi pasti, hampir dua per tiga orang Albania mulai tertarik untuk memeluk agama Islam. Orang Serbia pun banyak juga yang berpindah keyakinan dan menjadikan Islam sebagai agamanya.

Namun, sebagian besar orang Serbia tetap berkukuh menjalankan agamanya. Kerajaan Usmani Turki pun tak pernah memaksa penganut agama lain untuk masuk Islam.

Umat Kristen Serbia dan Yahudi dilindungi kehidupannya sebagai 'Ahli Kitab'. Mereka berstatus sebagai dzimmi. Tak ada pembantaian yang dilakukan umat Islam terhadap penganut Kristen dan Yahudi. Saat itu, hukum Syariah ditegakkan di bumi Kosovo.

Para penganut Kristen dan Yahudi tetap memiliki hak kepemilikan, namun diharuskan membayar pajak. Akhir abad ke-17, orang Serbia secara besar-besaran meninggalkan Kosovo, seiring dengan kemenangan demi kemenangan yang dicapai tentara Kerajaan Usmani. Sehingga, 'pusat gravitasi' Serbia beralih ke wilayah Utara, yakni Belgrade. Peristiwa itu dikenal sebagai great migration.

Keberhasilan Kerajaan Ottoman Turki menaklukkan Kosovo merupakan sebuah pencapai yang besar. Apalagi, wilayah itu kaya akan sumber daya mineral.

Tak heran, bila Kosovo menjadi aset penting bagi kesultanan Turki. Selama periode Ottoman, ada upaya yang begitu gencar untuk mempromosikan budaya dan bahasa Albania.

Gerakan anti-Usmani mulai mucul di Kosovo pada 1689 di bawah pimpinan uskup Katolik, Pjetr Bogdani.

Ia mengumpulkan 20 ribu tentara untuk membantu Austria menggempur Turki. Seiring dengan kekalahan yang dialami Kerajaan Usmani dalam Perang Russo-Ottoman pada 1878, Serbia menguasai Mitrovica dan Pristina di Kosovo.

Pada 1912, meletus Perang Balkan I. Albania digempur oleh tentara koalisi Montenegro, Serbia, Bulgaria dan Yunani. Etnis Albania bersekutu dengan Kerajaan Usmani.

Namun, kekuatan musuh lebih kuat, sehingga peperangan dimenangkan pasukan koalisi Serbia. Saat itu, penduduk Kosovo yang kebanyakan etnis Albania melarikan diri ke pegunungan.

Tentara Serbia menghancurkan rumah orang-orang Turki dan Albania. Mereka menjarah dan membunuh. Kosovo pun akhirnya jatuh kembali ke tangan Serbia. Pada Konferensi Duta Besar di London tahun 1912, Inggris memberi kedaulatan kepada Serbia untuk menguasai Kosovo.

Ketika Perang Dunia I meletus, Kosovo diduduki pasukan Austria-Hungaria dan Bulgaria. Warga Kosovo etnis Albania pun ikut mendukung pasukan itu melawan Serbia. Sekolah bahasa Albania dibuka untuk mengikis pengaruh Serbia. Pada 1918, tentara Serbia balas dendam. Tentara Serbia membantai wanita, anak-anak, dan menghancurkan rumah penduduk Kosovo.

Setahun kemudian, perdamaian pun tercapai dengan berdirinya negara baru bernama Yugoslavia yang terdiri dari Slovenia, Kroasia, Serbia, Boznia-Herzegovina, Montenegro, dan Macedonia.

Kala itu, Kosovo kembali berada di bawah sayap Serbia. Saat itu, penduduk Yugoslavia mencapai 12 juta jiwa, 400 ribu di antaranya adalah etnis Albania yang mayoritas beragama Islam.

Jejak Kerajaan Usmani di Kosovo

Kerajaan Usmani Turki begitu banyak meninggalkan warisan peradaban di Kosovo. Sayangnya, peninggalan bersejarah yang begitu berharga kebanyakan telah hancur akibat konflik berdarah di kawasan Balkan itu.

Tentara Serbia, selain membunuhi warga etnis Albania dalam konflik yang terjadi di era-1990-an, juga banyak sekali membumihanguskan peninggalan Kerajaan Usmani Turki.

Beberapa peningggalan sejarah yang dibangun Kerajaan Usmani itu antara lain dua buah jembatan di Gjakova. Kedua jembatan peninggalan abad ke-15 M itu bernama Ura e Terzive dan Ura e Tabakeve. Warisan yang ditinggalkan Kerajaan Usmani juga begitu kental terlihat dari gaya arsitektur di Kosovo.

Arsitektur perumahan di perkotaan Kosovo peninggalan abad ke-15 bernama konak atau shtepia. Selain itu juga dikenal perumahan yang berbentuk menara dari batu yang disebut kulla.

Andrew Herscher dan Andras Riedlmayer dalam tulisannya berjudul Architectural Heritage in Kosovo: A Post-War Report, memaparkan peninggalan Kerjaan Usmani juga terlihat dari bangunan masjid, tekkes (rumah kecil tempat para sufi), medreses (sekolah agama), perpustakaan Islam, hamam (tempat mandi orang Turki), dan pasar.

''Warisan peninggalan itu mengalami kerusakan yang parah akibat konflik,'' tulis Herscher dan Riedlmayer.

Salah satu bangunan masji terkemuka di Kosovo peninggalan Kerajaan Ottoman adalah Masjid Bayrakli (Masjid Al-Fatih). Masjid itu dibangun pada abad ke-15 M oleh Sultan Mehmet Al-Fatih.

Sayang masjid itu dihancurkan tentara Serbia pada Juni 1999. Pada tahun 1993, tercatat terdapat 607 unit masjid di Kosovo. Hampir 200 unit di antaranya dihancurkan Serbia.

Benih Kebencian yang Tersemai di Balkan
Kosovo, Kembalinya Bangsa yang Hilang

Setelah terbentuknya Yugoslavia, benih kebencian antara etnis Serbia dan etnis Albania di Kosovo terus tumbuh seperti kecambah.

Hubungan kedua etnis kian memanas ketika pada 1921, warga etnis Albania di Kosovo meminta Liga Nasional untuk bergabung dengan Albania pada 1921.

Mereka menguak fakta bahwa selama 1918 hingga 1921, Serbia telah membantai 12 ribu etnis Albania. Sekitar 22 ribu orang dipenjara Serbia. Namun, permintaan rakyat Kosovo untuk bergabung dengan Albania tak digubris Liga Nasional.

Ketika Perang Dunia II meletus, Albania dikuasai Italia pada 1939. Jerman menguasai Yugoslavia meliputi Serbia serta Macedonia. Saat itu, Kosovo dikuasai oleh etnis Albania, namun wilayah pertambangan yang penting masih dikuasai Jerman. Ketika itu, 100 ribu etnis Albania kembali berdatangan ke Kosovo dan membuat etnis Serbia tersinggkir.

Pasca-Perang Dunia II, Yugoslavia menjanjikan otonomi khusus kepada Kosovo. Namun, janji itu tak terbukti. Pada 1946, konstitusi tak menjamin adanya otonomi khusus bagi Kosovo. Pada tahun 1967, Presiden Yugoslavia, Josip Bros Tito, untuk pertama kalinya berkunjung ke Kosovo. Dia mendesak pemimpin Serbia menyingkir dari Kosovo.

Kebijakan Tito itu membangkitkan nasionalisme etnis Albani di Kosovo. Jumlah etnis Kosovo pun semakin bertambah dari 67 persen menjadi 74 persen. Pada tahun 1981, jumlah etnis Albani di Kosovo bertambah menjadi 77 persen menyusul hengkangnya 100 ribu etnis Serbia. Sepeninggal Tito, etnis Albania seperti anak ayam kehilangan induknya.

Gerakan dan tuntutan kemerdekaan Kosovo pun terus disuarakan etnis Albania. Upaya pertama untuk memerdekakan diri pada tahun 1990 gagal, karena diserbu Serbia. Pertarungan yang tidak seimbang antara Serbia dengan gerilyawan Kosovo atau KLA ini menimbulkan tragedi pembantaian dan pengungsian besar-besaran.

Pada perang 1998-1999, tentara Serbia membantai tak kurang dari 10 ribu etnis Albania yang dianggap mendukung kemerdekaan Kosovo. NATO yang dipimpin oleh Amerika Serikat mengusir Serbia dengan serangan udara selama 78 hari.

Kosovo kemudian berada dibawah perlindungan PBB dan NATO. Usaha kemerdekaan Kosovo kali ini mendapat dukungan hampir sepertiga negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Sedangkan negara yang menolaknya adalah Serbia dan Rusia.


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Ulil: Ngapain bantu Rohingya kalo siksa Ahmadiyah ?

Salah satu pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla tak menyangkal telah menulis kicauan di jejaring sosial Twitter perihal pembunuhuhan etnis Muslim di Rohingya, Myanmar, beberapa waktu lalu yang ramai jadi pembahasan orang.

"Iya benar, itu Twit saya. Apakah ada yang meragukan," kata Ulil mantap seraya bertanya dalam perbincangan dengan hidayatullah.com, Senin petang (30/07/2012).

Ulil menjelaskan, kicauan yang dikirimnya di laman Twitter tersebut dimaksudkan untuk mengkritik kalangan yang disebutnya sebagai "teman-teman Muslim" yang menurutnya tidak sentitif dengan masalah pelanggaran hak asasi manusia di dalam negeri sendiri.
 
 "Twit itu ingin mengkritik teman-teman Muslim yang sensitif terhadap diskriminasi terhadap umat Islam di tempat lain tapi tidak menganggap soal diskriminasi dalam negeri yang menimpa umat Islam lain seperti Ahmadiyah," katanya.

Menurutnya, gerakan aksi solidaritas Muslim atas kekerasan terhadap etnis Muslim Rohingnya dinilainya sebagai langkah yang sangat tepat. Namun, yang menjadi soal bagi dia, jelasnya, ketika di dalam negeri ada yang kasusnya sama Muslim disakiti, justru sebagian "teman-teman Muslim" yang lain tidak sensitif.

Ditanya apakah dirinya akan meminta maaf kepada kalangan yang mungkin tersinggung atau salah paham dengan kicauannya tersebut, Ulil menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah sehingga dirinya tidak perlu minta maaf kepada siapa pun.

"Saya merasa tidak berbuat salah jadi saya tidak perlu meminta maaf. Saya tidak memaki-maki siapa pun. Jika ada yang marah dengan pernyataan saya, silahkan saja, silahkan berikan kritik balik yang baik," ujarnya.

Sebelumnya,  dalam akun Twitter tertanggal 28 Juli 2012,  Ulil  sempat menulis,  bahwa kalau umat Islam masih menyetujui aniaya Ahmadiyah di Indonesia, maka umat Islam tak layak protes saat umat Muslim Rohingya dianiaya di Myanmar.

“Tetapi kalau anda setuju aniaya atas Ahmadiyah di Indonesia, anda tak layak protes saat umat Muslim Rohingya dianiaya di Myanmar,” tulisnya.

"Ada yg bilang, aniaya atas Muslim Rohingnya di Myanmar tak bisa disamakan dg aniaya atas Ahmadiyah di Indonesia. Di mana tak samanya, Bung?,” demikian tulis Ulil.

Berbeda
Namun tokoh muda Muhammadiyah, Musthofa B Nahrawardaya kepada media ini mengatakan, menyamakan permasalahan Rohingya dan permasalahan Ahmadiyah di Indonesia adalah dua hal yang berbeda. Ahmadiyah adalah kenyakinan bukan Islam yang mengaku bagian dari Islam. Sedangkan Muslim Rohingyah memang saudara seakidah umat Islam.

"Kan ada haditsnya yang diriwayatkan oleh Thabrani, siapa yang tidak perduli kepada permasalahan sesama Muslim, maka ia tidak termasuk golonganku kata Rasulullah," jelas Musthofa kepada hidayatullah.com, Senin (30/07/2012).

Musthofa juga menjelaskan, kalaupun masalah Rohingyah dan Ahmadiyah ini mau dimasukan ke masalah kemanusiaan, maka seharusnya Rohingya itu lebih diprioritaskan.

"Lihat saja berapa jumlah jatuhnya korban di Rohingyah dibandingkan Ahmadiyah? lihat bagaimana mereka dibunuh, dibakar, diperkosa. Jumlah korban disana sudah ratusan," tambah Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) ini.

Ahmadiyah, bagi Musthofa adalah kelompok yang justru melakukan penistaan agama terhadap Islam. Sedangkan  Rohingya adalah bagian dari umat Islam itu sendiri.

"Jadi wajar kalau di Indonesia ada perlawanan terhadap Ahmadiyah, kan kita cuma minta mereka (Ahmadiyah) diluruskan pemahaman mereka dan kembali ke aturan Islam yang benar kalau memang mau mengaku Islam," jelasnya lagi.

Karenanya, menurut Musthofa, sikap Ulil  jelas menggambarkan sebuah ketidak-cerdasan intelektual dan tidak layak untuk didengarkan.

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Kisah Papua mengilhami Film Avatar !

Kisah Papua Mirip Dengan Kisah di Film Avatar Pandora

 

Wisbenbae pasti tahu film besutan sutradara James Cameron yang tahun lalu menjadi primadona Box Office. Saking sukanya saya sampai menyimpan file film itu di harddisk dan masih saya ulang untuk menontonnya. Mengapa? Saya melihat ada kesamaan kisah dalam film Avatar itu dengan kondisi yang ada di tanah Papua.

Kisah film Avatar berlatar belakang keserakahan manusia bumi yang mengambil bahan tambang hingga ke Pandora, salah satu satelit planet Jupiter. Di Pandora sudah bermukim suku asli yang berkulit biru dan postur lebih tinggi. Dari sisi peradaban manusia bumi jauh lebih maju daripada manusia asli Pandora yang digambarkan tak ubahnya warga Papua yang masih menggunakan panah dan senjata tradisional.

Pertambangan yang dilakukan manusia bumi mendapat pertentangan dari manusia asli Pandora. Untuk meredam pertentangan itu manusia bumi memberikan layanan pembuatan jalan raya, sekolah, dan kesehatan bagi manusia Pandora. Disamping itu para ilmuwan bumi membuat tubuh bawaan(Avatar) yang mirip dengan manusia asli namun dikendalikan oleh ruh manusia bumi dari perlengkapan medis yang modern.

Karena salah seorang ilmuwan tewas dirampok saat di bumi maka diganti posisinya oleh saudara kembarnya yang berlatarbelakang marinir, Jake. Dari sinilah ia kemudian menjadi Avatar dan hidup berdampingan dengan manusia Pandora.

Tetapi pada suatu ketika sang pemimpin misi pertambangan menginginkan lahan tambang besar yang ada di Hometree. Hometree adalah pohon raksasa tempat tinggal salah satu suku yang menjadi tempat menginap Jake. Keinginan ini mengusik nurani Jake yang menyaksikan bahwa manusia Pandora adalah manusia yang layak diberi hak hidup dan tidak boleh diganggu secara kasar. Upaya diplomasi gagal yang pada akhirnya manusia bumi menggunakan kekerasan militer dalam mengusir manusia Pandora di Hometree.

Kejadian ini menggugah nurani Jake untuk membela warga setempat. Pertambangan yang dilakukan tidak boleh melanggar hak hidup warga setempat terlebih lagi merenggut nyawa. Pada akhirnya seluruh suku Pandora bersatu dibawah pimpinan Jake yang didaulat sebagai Toruk Macto. Dan perlawanan itu berhasil mengusir para penambang yang telah merusak alam Pandora dan merenggut nyawa warga setempat.

Kita kembali ke Papua. Dari sisi nama ada kemiripan. Papua dan Pandora. Saya tak mengerti apakah James Cameron sengaja untuk menyentil Freeport dengan film ini. Tetapi kisah yang disampaikan sangat mirip. Sehingga menurut saya sudah saatnya lahan pertambangan emas yang kini dikelola oleh Freeport diambil alih oleh BUMN. Salah satu BUMN yang bisa mengambil alih fungsi teknologinya adalah Antam, Aneka Tambang.

Jika hal ini dibiarkan terus berlarut-larut maka warga Papua akan bersatu melawan kehadiran Freeport. Lebih buruk lagi jika kemudian mereka meminta kemerdekaan sebagaimana yang pernah terjadi pada Timor-timur yang kini menjadi Timor Leste.

Alam Papua telah banyak yang rusak akibat pertambangan Freeport. Alih-alih kesejahteraan, rakyat Papua justru hampir tidak menikmati kekayaan emas dan nikel yang terkandung dalam gunung-gunung di area pertambangan. Apakah ini salah Freeport atau salah pejabat yang memakan seluruh uang setoran yang diberikan Freeport sehingga rakyat Papua tidak merasakan manfaatnya. Mari selamatkan Papua.

Papua……………..i see you!

Wassalam
Lukman Sulistyo

Tuesday, July 31, 2012

PNS siap2 Kehilangan Sebagian Uang Pensiunnya !



Kemenkeu Keberatan Uang Pensiun PNS Dibayar Hingga 3 Generasi

Jakarta - Kementerian Keuangan mengaku keberatan dengan beban biaya pensiun para Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, dan Polri. Pasalnya, pemerintah harus mengeluarkan anggaran ekstra membayar tunjangan pensiun untuk tiga generasi.

Demikian disampaikan Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus Suprijanto, di kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (31/7/2012).

"Jadi kalau PNS pensiun kita harus bayar sampai dia wafat. Setelah itu kalau dia punya istri, pensiun akan dibayar ke istri, setelah sang istri wafat, kalau dia masih punya tanggungan maka dibayarkan ke anaknya. Jadi tiga generasi kan bayarnya," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Agus, pemerintah harus mengubah skema pembayaran pensiun para PNS. Agus menjelaskan, ada dua skema pembayaran pensiun yang biasa digunakan, yakni fully funded dan pay as you go.

Dia menjelaskan, fully funded merupakan pembayaran pensiun yang mengutamakan angsuran dari para pegawainya. Dengan fully funded, maka dana yang terkumpul akan dijadikan anggaran pensiun sang pegawai di awal.

"Jadi seberapa yang dia cicil itu yang dia dapat," katanya.

Sementara untuk pay as you go, dia mengungkapkan cicilan dilakukan dari besaran gaji pokoknya saat ini, namun setelah pensiun maka akan ditanggung oleh pemerintah.

"Cicilan paling 10 persen dari gaji pokok, dari situ hanya 4,25 persen, yang 3,25 persen itu kesehatan dan 2 persen tabungan. Jadi sebenarnya dana pensiun itu kecil, saya aja hanya sekitar Rp 3 juta kalau pensiun. Tapi itu setiap bulan, dan selama tiga generasi tadi. Jadi selama ini yang menanggung pensiun itu pemerintah," ujarnya.

Namun, Agus menyatakan untuk saat ini dampak dari pembayaran pay as you go memang belum terasa. Hal ini karena masih tingginya angkatan kerja di Indonesia.

"Saat ini gap (jarak) angkatan kerja masih tinggi, jadi belum terasa," pungkasnya.


Sunday, July 29, 2012

Gallipoli, Masjid Tersibuk di Sydney



MASJID Gallipoli di Auburn merupakan tempat beribadah umat Islam yang paling sibuk di Sydney, Australia. Kubah kolosal dan dua menara yang menjulang tinggi menambah kesan menakjubkan pada bangunan tersebut.

Proses pembangunan masjid memakan waktu 13 tahun dengan biaya 6 juta Dolar AS. Masjid dibangun dengan bantuan tenaga kerja asal Turki dan umat Muslim di seluruh Sydney. Pembangunan masjid rampung pada 1999.

Masjid bernuansa krem dan bergaya Ottoman. Masjid itu merupakan penghargaan atas hubungan dua negara di Australia yang pernah berperang seabad silam.


"Masjid Gallipoli mencerminkan warisan bersama dari masyarakat Australia dan masyarakat utama di balik pembangunan masjid ini yaitu Komunitas Muslim Australia-Turki," bunyi tulisan plakat di dinding.


Tak hanya di luar, keindahan sejati bangunan ini terletak di dalamnya. Lihat saja makam putih bersih bak mutiara yang ditempa cahaya dari kaca jendela yang indah, serta karpet Turki buatan tangan dan lampu candelabras yang digantung.


Semua orang pun dipersilahkan untuk mengunjungi Masjid Gallipoli, tetapi tetap harus memperhatikan aturan berpakaian yang mengharuskan pengunjung untuk mengenakan pakaian sederhana, bukan singlet, celana pendek, atau rok mini dan membuka sepatu mereka dan memastikan kaus kaki mereka bersih dan kering.


Namun, wisatawan harus menghindari Jumat karena pada hari itu ada sekitar 1.000 muslim yang berkumpul di dalam bangunan untuk salat Jumat.


"Di sini terasa sangat damai dan tenang sehingga memberikan Muslim perasaan relaks," kata Mohammed Kahn, seorang mahasiswa dari India yang gemar belajar di dalam masjid.


Masjid Gallipoli di Auburn terletak di 15-19 Gelibolu Parade, Auburn. Buka Senin-Minggu pukul 10.00-15.00 waktu setempat.


Sumber: MediaIndonesia
Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Thursday, July 26, 2012

Karmiah, TKW super bernasib nelangsa..

Perempuan itu bernama Karmiah. Setiap adzan subuh berkumandang di masjid, ia harus cepat-cepat bangun. Ia memang harus bangun lebih awal ketimbang majikannya dan seisi rumah yang lain. Ia juga harus tidur lebih ahir ketimbang lainnya. Dan ia tidak akan masuk ke kamar peraduan sebelum majikannya tidur terlebih dahulu. Itulah nasib dia, sebagai seorang perempuan yang menjadi pembantu rumah tangga di luar negri.

 
Ia sudah lama mengunci mulutnya. Alias tidak banyak berbicara kecuali yang penting-penting saja. Ia juga dilarang untuk bicara dengan sesama PRT tetangga sebelah. Perempuan itu menurut saja. Sebab ia tidak punya hak untuk melawan walau hanya sepatah katapun. Apa yang dikatakan majikan, harus ia turuti.

Pagi hari ia jarang makan nasi, seperti kebiasaannya di kampung. Ia hanya minum dan makan roti. Hari-hari ia lalui dengan banyak kerja. Sedikit sekali waktu istirahat yang diberikan majikan padanya.

Sesak. Sesak sekali rasanya. Tapi apa boleh buat. Ibarat akan mengarungi lautan, layar kapal sudah terkembang. Ia harus berani dan pantang menyerah. Dan akan terus melaju. Melaju menuju pelabuhan yang dituju. Keberhasilan!

Perempuan 40-an itu banyak bercerita pada saya. Ia mencurahkan segala isi hatinya pada saya tentang apa yang sedang ia alami. Ia yang begitu susah hidup di kampung, di negeri seberangpun ia harus bertemu dengan sosok majikan yang sangat tidak manusiawi.

Ia belum satu tahun bekerja di Brunei. Padahal masa kontraknya dua tahun. Masih butuh waktu cukup lama untuk menapaki hari-hari suramnya. Wajahnya makin sayu. Tubuhnya menampakkan ke-tidak segar-an. Hatinya luka. Kedua matanya, makin rabun. Sehingga kalau melihat tulisan seolah huruf-hurufnya berlainan. Mungkin terlalu banyak mengeluarkan air mata. Sehingga, suatu saat dia minta tolong pada saya untuk menuliskan sebuah surat untuk keluarganya di tanah air.

Tak hanya itu. Rupanya perempuan ini masih menjalani ujian berat dari Sang Maha Kasih. Kedua kakinya bengkak sudah beberapa bulan. Sudah ke rumah sakit tiga kali -dengan biaya sendiri-, tapi belum juga sembuh. Sungguh malang ibu dari empat orang anak ini. Melihat keadaan seperti itu, saya menyarankan agar pulang saja. Jangan memaksakan diri di tengah derita yang begitu mencekam. Namun perempuan ini menjawab tegas.

"Saya harus bertahan dulu di sini sebelum anak saya lepas dari sekolah, Mas. Saya tidak ingin anak saya keluar sebelum tamat hanya kekurangan biaya, kasihan. Saya sakit sekali jadi orang bodoh, jadi orang yang tidak sekolah. Saya ingin anak-anak saya tidak seperti bapak dan ibunya yang punya nasib sengsara."

Saya kaget. Luar biasa semangat perempuan ini. Saya malah justru menyesal mengeluarkan kata-kata seperti itu. Saya tidak menyangka sama sekali di balik seorang yang tampak sangat lemah tapi ada kekuatan juang yang luar biasa. Ia punya tujuan sangat mulia. Ingin mengasah empat 'mutiara' nya di kampung menjadi orang-orang yang berilmu. Walaupun ia sendiri harus tertatih-tatih, merangkak mempertahankan hidup di bawah aturan ketat sang majikan.

Rupanya ia sosok yang sangat tabah. Dalam hidupnya, ia tak pernah menyalahkan siapa-siapa. Ia tak pernah menyalahkan suaminya yang hanya seorang buruh tani. Dan ia juga tak pernah peduli dengan negrinya yang sampai saat ini belum bisa memberikan apa arti sebuah kemakmuran dan kesejahteraan. Tapi ia hanya ingin menempa diri agar anak keturunannya punya nasib lebih baik dari dirinya. Itu saja.

Namun, lagi-lagi ia harus terhempas. Mau tidak mau ia harus menuruti kehendak Yang Maha Kuasa. Kedua kakinya makin parah. Ahirnya ia memutuskan untuk pulang, sebelum masa kontraknya habis.
Di bandara Sukarno Hatta Jakarta, ia sudah tidak kuat lagi menahan derita sakitnya. Petugas bandara segera melarikan ke rumah sakit. Namun malaikat maut keburu menyambutnya, untuk menghadap Penguasa Alam ini. Semangat juang perempuan itu, hanya sampai di Jakarta, sebelum ia memasuki kampung halamannya di sebuah desa kecil, di bagian barat Jawa Tengah.

Mendengar berita yaang dituturkan majikan perempuan itu, saya terkejut luar biasa. Tubuh ini laksana mau terkulai. Ia bukan saudara saya. Ia bukan kerabat dekat saya. Tapi nasib di perantauan menjadikan saya, seolah ia adalah bagian dari keluarga saya. Saya hanya bisa berucap: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Sekali lagi saya membayangkan sosok dia. Seorang yang tampak lahir berfisik lemah, tapi punya daya juang, daya 'jihad' yang luar biasa. Saya jadi ingat kata-kata sahabat saya, seorang penulis, "Sosok seperti itulah yang paling layak mewarisi kehidupan ini."

Terbayang pula bagaimana sedihnya keempat anaknya ketika melihat ibunya sudah terbujur kaku. Bagaimana getirnya sang suami melihat sang istri yang sudah tak bernyawa lagi. Atau bagaimana merananya kerabat keluarganya ketika melihat perempuan itu sudah pulang ke pangkuan-Nya.

Allah, maha segalanya. Tentu Dia tidak akan membiarkan sekecil apapun usaha positif mahluknya. "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya." (Az Zalzalah: 7)

Harapannya ingin punya mutiara yang cemerlang, yang 'alat gosok' nya ia cari sampai ke luar negeri, tentunya tidak akan diabaikan begitu saja oleh Yang Maha Perkasa. Tentu perjuangan perempuan itu akan jadi cermin besar bagi ke empat anaknya untuk berjuang lebih keras dan keras lagi. Walaupun saat ini mereka masih tertatih, dalam menyelesaikan pelajarannya di sekolah.

Selamat jalan Karmiah, selamat jalan pejuang di negeri seberang. Semoga Allah menempatkanmu dalam tempat yang mulia. Amin.**

Bendera KORUT keganti KORSEL, ngamuklah !

Laga pembuka cabang sepak bola wanita di Olimpiade 2012 diwarnai insiden memalukan setelah pihak penyelenggara salah memunculkan bendera dari tim Korea Utara.

Pertandingan di Grup G yang mempertemukan Korea Utara dan Kolombia, Rabu, 25 Juli 2012 sejatinya diselenggarakan pada pukul 19.45 malam waktu setempat. Namun pertandingan terpaksa mundur satu jam karena tim nasional Korea Utara melakukan protes dan nyaris walk out.

Mereka marah lantaran bendera yang dimunculkan pada layar lebar bukanlah bendera kebanggan mereka. Justru bendera negara tetangga mereka, Korea Selatan, yang dimunculkan di layar raksasa Stadion Hampden Park. Hubungan kedua negara memang memanas sejak Perang Korea berakhir pada 1953 silam.

Pihak penyelenggara mengakui kesalahannya tersebut. Mereka dengan cepat meminta maaf kepada anggota delegasi Korea Utara untuk kesalahan mereka itu.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh penyelenggara Olimpiade London 2012 menyebutkan, “Jelas itu adalah kesalahan dan kami meminta maaf kepada tim dan Komite Olimpiade Nasional. Kami berupaya agar hal ini tidak terjadi lagi.”

Pada akhirnya pertandingan bisa kembali dilanjutkan dan Korea Utara yang menang 2-0 berkat dua gol Song-Hui Kim.




Gaffe: The South Korean Flag is shown next to a North Korea player before the match against Colombia which had to be delayed after the North Koreans refused to play
Gaffe: The South Korean Flag is shown next to a North Korea player before the match against Colombia which had to be delayed after the North Koreans refused to play
Anger: North Korean official Son Kwang Ho (second right) points furiously after the flag of arch-rivals South Korea is shown next to his players' faces by mistake
Anger: North Korean official Son Kwang Ho (second right) points furiously after the flag of arch-rivals South Korea is shown next to his players' faces by mistake


Shock: Horrified North Korean supporters watch on after the flag of their bitter rivals South Korea is displayed by mistake
Shock: Horrified North Korean supporters watch on after the flag of their bitter rivals South Korea is displayed by mistake
Not a good start: North Korea return to play after players walked off the pitch
Not a good start: North Korea return to play after players walked off the pitch
The North Korean women's soccer team poses for a photograph before the group B match between Colombia and North Korea
Back on the pitch: The North Korean women's soccer team poses for a photograph before the group B match between Colombia and North Korea
Hasty Correction: The North Korean team did eventually take to the field after the right flag was displayed
Hasty Correction: The North Korean team did eventually take to the field after the right flag was displayed
In action: North Korea's Kim Chung-Sim controls the ball against Colombia's Carmen Rodallega, captain Natalia Gaitan and Lady Andrade
In action: North Korea's Kim Chung-Sim controls the ball against Colombia's Carmen Rodallega, captain Natalia Gaitan and Lady Andrade
Shock result: North Korea's players celebrate after winning 2-0 against Colombia
Shock result: North Korea's players celebrate after winning 2-0 against Colombia


Wednesday, July 18, 2012

Bahaya sensor !

"Sensor menceritakan berita yang salah" adalah iklan kampanye anti-sensor yang lucu yang dibikin Reporters Without Borders,

Foto - foto ini menampilkan Pimpinan politik penting dunia, yang akan mengubah persepsi orang yang melihatnya karena dalam foto-foto ini telah disensor, diantaranya: Vladimir Putin sedang memuaskan diri, Obama lagi "menjarah" Hillary Clinton, dan David Cameron Lagi bermain dengan "Burung"...

President Barack Obama and Secretary of State, Hillary Clinton, tebak Obama lagi ngapain ????
Iklan Kampanye ini dibuat oleh perusahaan Ogilvy & Mather.

PM Inggris David Cameron, Tebak Jari mana yang nyembul ???

Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy


PM Russia Vladimir Putin.... Sedang ngapain Hayoooo !!!

Iklan ini berusaha memberitahu kita, betapa sensor gambar juga bisa membuat orang berprasangka lain ... bagaimana dengan anda ?



Sunday, July 15, 2012

Ultraman Gemes DPR Indonesia!

Borosnya anggaran DPR RI membuat Ultraman akhirnya geram, dan ber-aksi di Indonesia.



Pemborosan Anggaran Cermin Kegagalan Demokrasi

1. Pemeliharaan halaman Gedung Zona B Rp 1,8 miliar.
2. Pemeliharaan halaman Gedung Zona A Rp 2,13 miliar.
3. Cleaning service Gedung Zona A Rp 5,38 miliar
4. Cleaning service zona C Rp 4,71 miliar.
5. Cleaning service zona B Rp 4,87 miliar.
6. Service kompleks rumah jabatan di Kalibata Rp 36,3 miliar.
7. Konsultan manajemen, ruang persidangan beserta fasilitas pendukung di wisma Griya Sabha, DPR, Kopo, Bogor Rp 4,88 miliar
8. Pencetakan Majalah Parlementari Rp 2,97 miliar.
9. Pencetakan Buletin Parlementaria Rp 3,59 miliar
10. Pemeliharaan dan perawatan medis dan biaya makan hewan rusa di DPR Rp 589 juta.
11. Pengadaan tenaga produksi TV Parlemen DPR Rp 1,19 miliar.
12. Pengadaan pengharum ruangan Rp 1,59 miliar.
13. Outsourcing helpdesk Rp 287 juta.
14. Langganan jasa internet Rp 3,47 miliar. 

BANTU TERUS ULTRAMAN DALAM MEMBASMI KEJAHATAN......!!!!!!!

kini giliran CAPTAIN AMERICA membantu SBY dalam menangani kebrutalan Demonstran Indonesia yang menolak kenaikan harga BBM.

Saat itu, Wisbenbae berhasil mengambil gambarnya dari sudut yang cukup bagus


nambahin boi, ini ceritanya Tu monster mau ngancurin Gedung DPR tapi di halangi ama Ultraman


AYO, DUKUNG CAPTAIN AMERICA DAN ULTRAMAN

Thursday, July 12, 2012

Ahli AS: Al Qaeda hanya Bela Diri, Bukan Teroris !



Arizona - Sebuah penelitian oleh Center for Strategic Communication di Arizona State University (ASU), Amerika Serikat berhasil mengungkap misi perjuangan Al Qaeda yang sesungguhnya. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa Al Qaeda tidak berniat menghancurkan peradaban Barat, melainkan hanya membela diri.


Daily Mail Online, Selasa (10/72012), memberitakan, studi itu menumbangkan anggapan Barat bahwa kelompok ekstremis seperti itu hanya berniat menegakkan kekuasaan Islam di mana-mana. Para peneliti menyimpulkan, tujuan kelompok ekstremis itu adalah mempertahankan diri dan keyakinan mereka.


Studi itu dilakukan dengan menganalisis 2.000 teks propaganda yang digunakan Al Qaeda dan kelompok ekstremis Islam lainnya dalam kurun waktu 1998 hingga 2011. Dari teks itu terlihat bahwa tujuan kelompok itu sebenarnya hanyalah pertahanan diri.


Peneliti juga mengumpulkan lebih dari 1.500 katalog yang dikutip dari Alquran yang digunakan para ekstremis untuk menguatkan argumen mereka. Lalu, peneliti itu meneliti surat atau ayat dari kata-kata yang dikutip itu.

Misalnya surat At Taubah ayat 5 yang antara lain menyebutkan,

“…Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka.” (Q.S At-taubah:5)
Peneliti terkejut karena ternyata ayat (yang konteksnya perang itu) itu hanya tiga kali digunakan para ekstremis sebagai landasan perjuangan mereka. Seharusnya, jika mereka benar-benar berniat melakukan kekerasan dan menebar kebencian, maka ayat itulah yang dijadikan landasan perjuangan.

Pada kenyataannya tidak demikian, dari 2.000 teks propaganda itu, ternyata hanya ada tiga yang menyebutkan penggalan ayat tersebut.

Para peneliti menyatakan, hal itu menunjukkan bahwa Barat telah salah menilai kelompok ekstremis Islam.


Karena itu, memberikan pemahaman mengenai hal ini bisa memutarbalikkan pandangan Barat bahwa kelompok ektremis Islam ingin menguasai Barat. Kesimpulan penelitian ini juga bisa membantu upaya menghentikan konflik global.


“Kami sangat terkejut karena ternyata ayat itu hanya sedikit sekali mereka gunakan,” ujar Bennett Furlow, asisten penelitian dan salah satu dari tiga penyusun hasil studi itu.


“Penemuan ini juga menyangkal konsep pertentangan peradaban (a clash of civilization),” tegas pemimpin penelitian Jeff Halverson, profesor di Liberal Arts and Sciences di ASU.


“Apa yang dikatakan para ekstremis terhadap kaum Muslim adalah, masyarakat kami sedang diserang dan Allah SWT akan membela kami jika kita mempunyai keimanan dan keberanian. Jadi, jika kita menggambarkan mereka sebagai setan penakluk, maka kredibilitas kita bisa diragukan. Sebab, sesungguhnya kaum muslim melihat mereka sebagai pelindung dan pahlawan,” tegas Halverson.


sumber: DAILYMAIL

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Tuesday, July 10, 2012

Hanya Orang Dungu yg Sombong Mau Menyumbang IMF


Jakarta, Kebijakan kontroversial Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyanggupi untuk memberikan bantuan kepada International Monetary Fund (IMF) menuai terus kecaman keras dari banyak pihak. Salah satu yang sangat tidak setuju adalah Muhammad AS Hikam, mantan menteri di jaman Presiden Abdurrahman Wahid. Dalam pernyataan tertulis di blog pribadi miliknya, Selasa (10/7/2012) Hikam habis-habisan mengecam keputusan tersebut.

Suka dengan postingan diatas ? Langganan aja lewat email, gak perlu buka internet bisa baca artikel terbaru di sini deh...caranya gimana ? Ya tinggal klik di sini