Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Saturday, August 11, 2012

Jangan Bangga Beli Makanan Impor !


JAKARTA---Kecenderungan masyarakat mengonsumsi makanan impor ternyata berIsiko terhadap kondisi kesehatan. Sebab, tak jarang makanan makanan impor, seperti makanan siap saji yang dikonsumsi masyarakat justru kandungan gizinya tidak memenuhi standar. Bahkan, makanan tersebut diduga banyak mengandung bahan kimia berbahaya yang tentunya bisa berdampak buruk pada kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar lebih banyak mengkonsumsi makanan lokal yang justru kandungan gizinya lebih baik.

"Saat ini, tingkat kerawanan makanan terhadap penggunaan bahan-bahan kimia sangat tinggi. Masyarakat pun kini cenderung memilih makanan yang instan atau makanan impor. Padahal, itu belum tentu bagus dan baik untuk kesehatan karena banyak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan," kata Hadi Siswanto, pakar kesehatan dari Universitas Indonesia.

Saat ini, lanjutnya, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa buah, sayur atau bahan makanan lokal yang jika didalamnya terdapat ulat, maka itu tidak baik dan buruk untuk kesehatan. Padahal sebaliknya. Menurut Hadi, jika hal itu terjadi, justru menandakan bahwa makanan tersebut bebas dari bahan kimia berbahaya. "Kalau ada ulatnya kan gampang, tinggal disisihkan saja," katanya.

Hadi mengatakan, saat ini banyak makanan impor yang masuk ke Indonesia seperti buah, sayur dan makanan siap saji lainnya. Secara fisik, sambungnya, makanan impor tampilan luarnya memang bagus dan mulus. Namun, ia mengimbau agar warga tidak tertipu akan tampilan tersebut. Sebab, tampilan luar yang bagus itu menandakan jika makanan tersebut mengandung bahan kimia.

"Contoh lain yang bisa dilihat adalah cabai yang ada di supermarket. Banyak yang sudah dikeringkan atau dibuat saus. Akibatnya, kandungan gizinya berkurang dan mungkin sudah tercampur bahan kimia. Padahal cabai itu sumber vitamin c," ucap Hadi. Oleh karena itu, ia pun mengimbau agar masyarakat kembali ke makanan asli Indonesia. Karena selain bebas dari bahan kimia, kandungan gizinya juga sangat baik.

Menurut Hadi, dalam memilih makanan, masyarakat harus dibantu oleh pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Industri dan Perdagangan. Lembaga pemerintah tersebut seharusnya melakukan pengawasan secara rutin dan tidak hanya pada momen tertentu saja, seperti hari raya atau hari besar lainnya.

Jika dalam pengawasan tersebut ditemukan adanya pelanggaran dan hal lain yang menurut sejumlah instansi tadi membahayakan dan tidak baik dikonsumsi masyarakat, maka sebaiknya hal itu diumumkan kepada masyarakat luas. "Selain tetap melakukan pembinaan, sebaiknya jika ditemukan adanya pelanggaran harus diberikan tindakan tegas atau sanksi agar hal tersebut tidak terulang," tandasnya.

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Thursday, August 9, 2012

Kedelai Indonesia Sebenerya Buat Pakan Babi !


JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menilai Menteri Perdagangan Gita Wirjawan tidak becus melakukan pengawasan terhadap kedelai impor. Khususnya dari Amerika Serikat.

Koordinator Fitra Uchok Sky Khadafi, mengungkapkan kedelai impor yang masuk ke Indonesia ini adalah untuk pakan ternak babi.

"Berdasarkan riset Fitra, yang kita temukan dari informasi dan data yang kami peroleh sudah puluhan tahun, sebelum reformasi sampai sekarang pemerintah dalam hal ini Mendag tidak melakukan pengawasan yang becus," ujar Uchok kepada Tribunnews.com, Jakarta, Kamis (9/8/2012) malam.

Uchok mengatakan Mendag tidak melakukan pengawasan dan seakan menutup mata mengenai kedelai impor, khususnya yang dari Amerika. Selama puluhan tahun itu, kedelai impor yang masuk ke Indonesia dan yang menjadi bahan baku tempe dan tahu itu di Amerika sendiri merupakan pakan ternak babi.

"Kedelai impor yang masuk itu bentuknya bungkil, dimana kedelai itu utuh tapi minyaknya sudah diambil. Dan di Amerika itu buat pakan ternak babi," kata Uchok.

"Kedelai impor itu yang seharusnya untuk ternak di Indonesia dijual di pasar dan itu yang dibeli dan dibuat untuk tempe dan tahu. Sebenarnya bukan untuk dijual untuk konsumsi manusia, untuk ternak. Tapi di negeri ini malah dijual di pasaran untuk akhirnya dikonsumsi manusia," tegasnya sembari mempertanyakan dimana peran pengawasan pemerintah, khususnya menteri perdagangan yang harusnya melakukan pengawasan dan perlindungan kepada masyarakat.

Uchok menuding Gita Wirjawan selaku menteri perdagangan yang punya otoritas tidak becus bekerja mengawasi proses impor kedelai dari negeri asalnya hingga sampai ke tanah air.

Dia menegaskan kealpaan menteri perdagangan melakukan pengawasan atas kedelai impor tersebut tidak sejalan dengan besarnya anggaran yang digelontorkan dalam APBN. Disebutkan, anggaran yang mengucur ke kementerian tidaklah jumlah kecil, sehingga membuat Mendag dan intansinya sulit melakukan pengawasan yang ketat.

Menurut Uchok, anggaran untuk Sekretariat Ditjen standarisasi dan perlindungaan konsumen untuk tahun 2011 sebesar Rp29.240.066.000; Direktorat pengawasan barang beredar dan jasa sebesar Rp35.000.000.000.

Belum lagi anggaran yang digelontorkan buat Direktorat pemberdayaan Konsumen sebesar Rp11.500.000.000; Badan perlindungaan konsumen nasional sebesar Rp15.500.000.000.
"Ini semua untuk tahun 2011," jelasnya.

Sedangkan pada APBN-Perubahaan 2012 dana sebesar Rp2.221.500.000.000 dikucurkan ke Kementerian Perdagangan. Dengan rincian diantaranya, Sekretariat Ditjen standarisasi dan perlindungaan konsumen untuk tahun 2012 sebesar Rp43.534.000.000, Direktorat pengawasan barang beredar dan jasa sebesar Rp42.729.880.000, Direktorat pemberdayaan Konsumen 2012 sebesar Rp17.500.000.000 dan Badan perlindungaan konsumen nasional sebesar Rp16.000.000.000.

Namun, menurutnya besarnya anggaran ini tidak diikuti dengan kerja pengawasan impor kedelai yang baik pula guna melindungi masyarakat sebagai konsumen.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bisa dibuktikan kualitas kedelai lokal dan impor itu sendiri. Keledai lokal yang jadi tempe, habis digoreng keras tidak lembek. Sedangkan keledai impor untuk pakan babi, kalau sudah digoreng, selesai dingin, lembek lagi setelah dingin.

"Kedelai lokal yang dijadikan tempe busuknya lama 2 sampai 3 hari. Kalau kedelai impor sehari sudah busuk. Rasanya, kedelai lokal gurih, atau impor asam. Kedelai yang diimpor itu seharusnya pakai tepung, tapi saat ke Indonesia, dalam bentuk utuh atau curah, dan dikonsumsi manusia. Dan ini pelanggaran HAM, makanan binatang dikasih manusia," pungkasnya.

aing biasa makan tempe ni boi masa aing dikatain babi???

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Tuesday, August 7, 2012

Resep menu masakan Lebaran favorit ...

Resep menu masakan Lebaran sajian favorit terpopuler sepanjang masa yang dikupas pada posting kali ini adalah mengenai artikel kuliner masakan Indonesia yang cukup populer yang biasanya selalu hadir pada saat Lebaran. Resep menu masakan Lebaran ini mungkin telah sangat familiar atau bahkan mungkin juga menjadi salah satu menu masakan favorit Lebaran bagi anda beserta keluarga.

Anda juga bisa mengaplikasikan resep kue Lebaran ini sebagai penganan ringan yang lezat dirumah. Nah, bagi anda yang memang memutuskan untuk tidak melakukan mudik Lebaran dan memilih untuk tinggal dirumah, maka Resep menu masakan Lebaran sajian favorit terpopuler sepanjang masa ini mungkin tak ada salahnya untuk bisa anda coba juga. 

Menu-menu masakan Lebaran ini selain bisa menjadi sajian yang lezat bagi anda sekeluarga, juga bisa sebagai makanan sajian untuk tamu-tamu atau saudara-saudara yang datang bersilaturahmi ke kediaman anda saat hari raya.


Inilah beberapa resep menu masakan Lebaran paling favorit dan populer di Indonesia:


1. Ketupat Lebaran

Ketupat Lebaran - spektrumdunia.blogspot.com


Resep menu masakan Lebaran sajian favorit terpopuler sepanjang masa yang pertama adalah ketupat. Menu ketupat Lebaran pastinya sudah sangat jamak dan lazim saat Lebaran, biasanya ketupat ini disantap beserta rendang, semur, opor dan campuran lainnya. Inilah cara membuat ketupat Lebaran:


Bahan-bahan untuk membuat ketupat Lebaran:

1. Siapkan beras yang bagus dan bisa menghasilkan nasi yang pulen.

2. Siapkan bungkus ketupat kosong dengan ukuran yang sama dengan jumlah tergantung selera



Cara membuat ketupat Lebaran:

1. Rendam terlebih dahulu beras yang akan digunakan kurang lebih sekitar 30-40 menit agar beras menjadi mekar.

2. Kemudian isi bungkus ketupat dengan beras yang sudah direndam sebanyak 3/4 dari besarnya bungkus ketupat (75% penuh).

3. Didihkan air di panci dengan isi yang telah disesuaikan dengan jumlah ketupat yang akan direbus. Setelah air mendidih kemudian masukan satu persatu ketupat yang telah di isi beras. Tunggu hingga 1,5 sampai 2 jam.

Tips dalam merebus ketupat ini adalah menunggu hingga air di panci mendidih terlebih dahulu agar ketupat bisa matang lebih cepat, sebab jika direndam sejak air masih dingin maka waktu perebusan bisa memakan waktu yang lama hingga 3-4 jam.



2. Rendang Daging Sapi


Rendang daging sapi - spektrumdunia.blogspot.com

Resep menu masakan Lebaran sajian favorit terpopuler sepanjang masa yang kedua adalah rendang daging sapi. Selain ketupat, rendang daging sapi juga biasanya menjadi salah satu menu favorit yang wajib hadir saat Lebaran. Rasanya yang gurih akan membuatnya terasa lebih nikmat saat berpadu dengan ketupat. Ingin tau cara membuatnya?. Nah, inilah Resep menu masakan Lebaran sajian favorit terpopuler sepanjang masa yang kedua:



Bahan-bahan untuk membuat rendang daging sapi:

1. Siapkan kurang lebih 1 ½ kilo daging sapi

2. Siapkan kira-kira 12 gelas santan. Santan bisa didapatkan dari hasil perasan kelapa dengan jumlah kurang lebih 5 butir kelapa atau bisa membeli yang sudah jadi.

3. 2 biji asam kandis, 1 batang serai, memarkan

4. 1 lembar daun kunyit, 2 lembar daun jeruk purut dan garam secukupnya



Bahan yang dihaluskan :

1. 1-2 ons cabe merah

2. 15 buah bawang merah

3. 6 siung bawang putih

4. buah kemiri

5. 2 cm jahe

6. 3 cm laos (di keprek)



Cara membuat rendang daging sapi:

1. Daging dipotong-potong dengan ukuran sesuai dengan selera. Tips bagi memotong daging agar daging empuk adalah dengan potongan melintang bukan searah dengan arah serat daging.

2. Panaskan santan beserta bumbu-bumbu yang telah halus kedalam wajan. Tambahkan juga daun kunyit, daun jeruk purut dan batang serai beserta asam kandis.

3. Aduk terus adonan sampai mengental dan pastikan santan kelapa tidak pecah, kemudian masukan daging sapi yang telah dipotong-potong tadi saat santan telah mengeluarkan minyak. Aduk terus dengan api yang tidak terlalu besar (api sedang).



3. Opor Ayam

Opor ayam - spektrumdunia.blogspot.com

Resep menu masakan Lebaran sajian favorit terpopuler sepanjang masa yang ketiga adalah opor ayam. Opor ayam biasanya juga disajikan sebagai pelengkap menu hidangan saat Lebaran. Opor ayam sangat cocok untuk disajikan bersama dengan ketupat, semur dan juga kentang balado. Inilah cara membuat resep opor ayam:  


Bahan-bahan utama untuk membuat opor ayam:

1. Siapkan 1 kg atau kurang lebih 1 ekor ayam

2. Siapkan minyak goreng secukupnya

3. 2 lembar daun salam

4. 1 batang serai yang dimemarkan

5. 1 ruas lengkuas yang dimemarkan

6. 5 cm kayu manis
7. 800 cc santan atau kurang lebih 2 gelas santan dari satu butir kelapa yang diparut.


Bumbu-bumbu opor ayam:

1. Siapkan 10 siung bawang merah, 4 siung bawang putih dan 1 sendok makan ketumbar

2. Siapkan 10 butir jinten dan 1 /2 sendok teh merica halus

3. Siapkan kurang lebih 2 cm jahe beserta dengan 2 cm kunyit dan garam secukupnya
4. Masukan semua bumbu tersebut ke dalam blender atau tumbuk bumbu tersebut hingga halus.


Cara membuat opor ayam:

1. Ayam dibersihkan hingga benar-benar bersih dan tidak terasa amis lalu dipotong menjadi beberapa potongan tergantung selera. 
2. Langkah selanjutnya adalah goreng potongan ayam tersebut dalam minyak panas hingga warnanya berubah menguning. Kemudian angkat dan tiriskan.

3. Masukan semua bumbu yang telah dihaluskan kedalam 3 sendok makan minyak di wajan kemudia tumis bumbu tersebut hingga beraroma. Tambahkan daun salam, serai, lengkuas serta kayu manis yang tadi sudah anda sediakan.

4. Kemudian tuang santan dan ayam perlahan-lahan. Aduk-aduk terus agar santan tidak pecah dan ayam menjadi matang.

5. Angkat dan sajikan.

4. Semur Daging Sapi
Semur daging sapi - spektrumdunia.blogspot.com

Resep menu masakan Lebaran sajian favorit terpopuler sepanjang masa yang keempat adalah semur daging sapi. Resep ini juga menjadi salah satu menu wajib yang selalu menghiasi meja makan bersama ketupat, opor ataupun rendang. Untuk membuat resep ini tidaklah terlalu sulit dan anda bisa mencoba untuk membuat resep ini sendiri. Dan inilah resep menu masakan Lebaran berikutnya, yaitu semur daging sapi:


Bahan-bahan untuk membuat semur daging sapi:
1. Siapkan kurang lebih sekitar 500 gram atau 1/5 kilogram daging sapi yang telah dipotong-potong. Tips sebelum membuat semur daging yaitu lumuri daging terlebih dahulu dengan bumbu dan diamkan hingga benar-benar meresap.

2. 6 sendok makan kecap manis

3. 1 gelas air (250 ml)

4. 2 cm lengkuas yang  dimemarkan

5. 2 lembar daun salam

6. 2 batang serai/sereh

7. 2 sendok makan minyak



Bumbu-bumbu semur daging sapi:

1. 6 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, 2 cm jahe, 3 butir kemiri yang digoreng dan 1/4 sendok teh terasi.

2. Haluskan semua bumbu-bumbu tersebut.


Bumbu-bumbu taburan semur daging sapi:

1 sendok teh lada yang disangrai kemudian haluskan

1 sendok teh jinten yang sangrai kemudian haluskan

Bawang goreng secukupnya


Cara membuat semur daging:

1. Siapkan minyak panas ke dalam wajan. Setelah panas kemudian masukkan daging, bumbu halus, daun salam, kecap manis, serai dan lengkuas. Kemudian aduk-aduk hingga berubah warna dan tambahkan air.
2. Terus aduk pelan-pelan dengan ukuran api kecil agar tidak hangus. Kecap rentan sekali hangus, oleh karena itu pastikan api tidak terlalu besar. Tambahkan air masak lagi dan pastikan sampai daging benar-benar matang dan terasa empuk.

3. Setelah semur telah matang, kemudian baluri dengan bumbu jinten serta lada yang telah disangrai tadi dengan takaran 1/2 sendok teh, aduk-aduk hingga merata. Kemudian angkat dan sajikan beserta dengan taburan bawang goreng agar rasa semur menjadi lebih gurih dan enak.

Nah, itulah beberapa tips Resep menu masakan Lebaran sajian favorit terpopuler sepanjang masa yang bisa anda coba. Semoga bermanfaat dan bisa menambah referensi sajian menu Lebaran anda.

Lihat yg lebih 'lezat' di sini !

Ternyata Daging Ular Rasanya Manis...

Ular Sawa Yang Boleh Makan Oleh Semua Orang.
Ini adalah kue yang menakutkan dan ular itu nampak sangat REAL!!

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

Ternyata Indonesia Impor Kurma dari Israel!


 Jakarta - Meski tidak resmi memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi rupanya hubungan dagang Indonesia dengan negara Yahudi ini tidak dapat dilepaskan seutuhnya.

Tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Selasa (7/8/2012), setidaknya dari 9 buah impor terbesar yang diminati masyarakat Indonesia, ada 2 buah impor yang berasal dari Israel.

Memang jumlahnya tidak banyak, tetapi pada bulan Juni tahun ini, tercatat masuknya impor kurma dari Israel. Impor tersebut sebanyak 20,6 ton dengan nilai US$ 191,3 ribu dan baru dilakukan satu bulan sejak bulan Januari 2012.

Selain itu, ada juga buah Jeruk Shantang yang berasal dari negara zionis ini. Sebanyak 0,666 ton jeruk shantang dengan nilai US$ 709 masuk dari Israel pada bulan April tahun ini. Impor jeruk itu, hanya terjadi sekali sepanjang satu semester tahun 2012.

Merk-Merk Kurma Israel :





Sumber: detikFinance

Tuesday, July 31, 2012

Resep Nasi Goreng Canton

Aneka Resep olahan nasi goreng yang kali ini akan kita bagikan adalah Resep Nasi Goreng Canton Spesial. Gimana sih Cara Membuat Nasi Goreng Canton? simak Resep Nasi Goreng Canton Spesial ini.


Bahan Untuk Membuat Nasi Goreng Canton:
  • 3 piring nasi putih
  • 150 gram udang kupas, sisakan ekor
  • 5 buah baso ikan, iris tipis
  • 150 gram ayam fillet, iris tipis
  • 50 gram kacang polong beku
  • 5 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 cm jahe, cincang
  • 1 batang daun bawang, iris kasar
  • 2 sendok makan mentega
  • 2 sendok makan kecap asin
  • 1 sendok makan kecap ikan
  • ¼ sendok the lada bubuk ½ sendok the penyedap rasa, jika suka
  • 3 butir telur, dadar, iris tipis 
Cara Membuat Nasi Goreng Canton Spesial: 
  • Panaskan mentega, tumis bawang putih dan jahe hingga harum. Masukkan udang baso, ayam, aduk rata.
  • Tambahkan daun bawang, nasi, kecap asin, kecap ikan, penyedap rasa, lada. Aduk-aduk. Masak hingga matang. Sebelum diangkat, masukkan kacang polong, masak sebentar.
  • Hidangkan nasi goreng dengan taburan irisan telur dadar.

Suka dengan postingan diatas ? Langganan aja lewat email, gak perlu buka internet bisa baca artikel terbaru di wisbenbae deh...caranya gimana ? Ya tinggal klik di sini

Kue Khas Jogja: Bakpia Pathuk 25...

Bakpia 25

Berbicara mengenai oleh-oleh khas Jogja pastilah nggak jauh-jauh dari yang namanya bakpia. Meskipun makanan ini aslinya berasal dari Tiongkok yaitu Tou Luk Pia yang artinya kue pia kacang hijau, namun saat ini bakpia sudah menjadi makanan khas Jogja yang awal mula produksinya berasal dari kampung Pathuk. Kampung Pathuk sendiri lokasinya nggak jauh dari Malioboro. Nggak heran kan kalau makanan ini terkenal dengan nama Bakpia Pathuk?

Dari segi merk, Bakpia Pathuk ada berbagai macam. Namun yang paling terkenal adalah Bakpia 25 dan Bakpia 75. Apa bedanya saya juga nggak tau sih. Selain itu ada juga Bakpia 55, 35, 65, 99, atau mungkin 69. Hihi.. Konon penamaan itu dulunya berdasarkan nomor rumah tempat produksi bakpia di Jalan Pathuk yang sekarang menjadi Jalan AIP II KS Tubun. Alternatif lain ada juga brand-brand yang tidak menggunakan nomor seperti Bakpia Djava atau Bakpia Kurniasari.

Untuk bakpia, sebenarnya favorit saya adalah Bakpia Kurniasari yang terletak di Jalan Glagahsari. Namun untuk pembelian di sana umumnya harus pesan dulu sehari sebelumnya. Apalagi tokonya kalau malam sudah tutup. Alternatif yang saya pilih kemudian adalah Bakpia 25 yang sudah sangat terkenal di Jogja.

Bakpia 25 setidaknya memiliki empat outlet. Dua outlet di Pathuk, sedangkan dua lagi di Jalan Laksda Adi Sucipto. Saya sendiri memilih ke outlet yang bernama Ongko Joyo di Jalan AIP II KS Tubun 65. Tempatnya nggak jauh dari Malioboro maupun Stasiun Tugu. Kalau kalian nggak tau tempatnya tinggal minta tukang becak untuk mengantarkan.

Bakpia 25

Dari segi variasi rasa, bakpia nggak melulu berisi kacang ijo. Bakpia yang original memang menggunakan rasa kacang ijo. Namun sekarang sudah ada rasa lain seperti coklat, durian, nanas, keju, dan kumbu hitam. Seiring berjalannya waktu, nggak menutup kemungkinan ada rasa lain lagi. Mungkin strawberry atau blueberry? Kalau favorit saya tetep rasa original yaitu kacang ijo dan nanas.

Soal harga, Bakpia 25 nggak jauh beda bahkan sama saja dengan Bakpia Kurniasari langganan saya. Satu kotak bakpia rasa kacang ijo isi 20 bakpia dipatok dengan harga 22.000. Sementara untuk yang isi campur (satu kotak isi aneka rasa) dihargai 26.000. Kalau dipikir memang mahal. Namanya juga udah terkenal. Kalau mau murah, ada kok merk lain yang harganya 10.000-15.000. Tapi rasa memang nggak bohong. Di Bakpia 25 kalian bisa mendapatkan bakpia yang masih hangat. Bahkan kalau mau, mampir saja ke tempat produksinya. Bisa nyicipin gratis!! Asal nggak nyicip sampai kenyang aja :p.


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Menikmati 24 Jam di Melaka

Hari mulai gelap ketika saya dan tiga orang teman tiba di terminal bis Melaka Sentral. Bergegas kami menuju pangkalan taksi di satu sudut, mencari taksi untuk mengantar kami menuju penginapan kami di Jl. Bunga Raya. Taksi di Melaka umumnya serupa, jarang menggunakan argo resmi. Karenanya, kita harus pintar-pintar menawar dan tahu estimasi jarak sehingga tidak tertipu. Berdasarkan informasi yang saya baca di internet, tarif normal dari Melaka Sentral menuju pusat kota berkisar antara RM10-12 (Rp30.000 – Rp36.000). Namun, karena hari sudah malam, kami pun akhirnya menyepakati tarif sebesar RM15, sedikit lebih mahal dari tarif normalnya. Perjalanan menuju pusat kota hanya memakan waktu sekitar 20 menit.

Setelah meletakkan tas dan membersihkan diri sedikit di penginapan, saya dan ketiga teman bersiap untuk mengunjungi Jonker Street Night Market yang terkenal, yang kabarnya hanya diadakan saat akhir pekan. Jonker Street sendiri dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama lima menit saja dari penginapan kami di Jalan Bunga Raya.

Sebelumnya, saya banyak membaca bahwa lokasi-lokasi wisata di Melaka itu dapat dicapai dengan berjalan kaki. Awalnya saya ragu dan tidak bisa membayangkan, apa benar sekecil itu? Namun, dalam perjalanan menuju Jonker Street yang berjarak lima menit saja, saya sudah menemukan Gereja Xavier yang cantik dan Christ Church yang menjadi ciri khas kota ini.

Keramaian di Jonker Street sudah nampak dari kejauhan, sedikit kontras dengan kondisi kotanya yang sepi menurut penglihatan saya. Sepanjang jalan penuh dengan kios yang menjual berbagai macam barang, mulai dari makanan kecil, sandal, pakaian, kerajinan tangan, hingga produk kecantikan. Di mana-mana nampak pengunjung berbelanja atau sekedar melihat-lihat, baik turis maupun orang lokal. Hiasan khas Cina digantung sepanjang jalan, meskipun pada waktu kami berkunjung bulan Februari tahun 2012, Imlek sudah berlangsung beberapa minggu sebelumnya.


Suasana Jonker Street ketika malam

Satu hal yang sangat saya sukai dari pasar malam, termasuk di Jonker Street, adalah banyaknya jajanan khas yang jarang ditemui di tempat lainnya. Khusus di sini, jajanan favorit saya adalah sate buah-buahan yang disiram dengan karamel buatan rumahan yang masih hangat, kemudian dikeraskan. Meskipun harganya agak mahal sekitar RM3 per tusuk, saya rela membeli jajanan yang disebut oleh penjualnya sebagai “fruit candy” ini. Makanan lain yang kami cicipi adalah “tornado potato“: irisan keripik kentang buatan rumahan yang ditusukkan ke tusuk sate ukuran raksasa. Tidak seperti keripik kentang pada umumnya, tornado potato ini teksturnya tidak terlalu renyah dan agak alot. Terakhir, kami juga mampir ke penjual gorengan yang selalu menjadi favorit saya dan teman-teman ketika berkunjung ke Singapura dan Malaysia. Gorengan memang tak pernah salah!


Jajanan pinggir jalan

Bergerak ke salah satu sudut Jonker Street, kami berbelok dan melihat banyak orang mengunjungi suatu lokasi yang kelihatan seperti sebuah taman. Kami pun mendekat, ingin tahu ada apa di taman tersebut. Rupanya, ada sejumlah patung yang banyak dijadikan obyek foto, antara lain patung gajah dan naga yang keduanya seukuran manusia. Selain itu, ada satu patung yang menarik perhatian saya, yakni patung setengah badan seorang pria berotot yang perawakannya persis binaraga seperti Ade Rai! Menurut keterangan yang tertulis, dikatakan bahwa patung tersebut dibuat untuk menghormati Datuk Wira Dr. Gan Boon Leong, yang memiliki predikat sebagai bapak binaragawan di Malaysia. Tanpa buang waktu, kami pun segera mengabadikan foto dengan objek unik tersebut!

Berada di ujung Jonker Street, terdapat sebuah panggung yang cukup besar, dengan seorang perempuan muda menyanyikan lagu berbahasa Mandarin. Deretan kursi plastik yang dijajarkan di depan panggung pun terisi penuh, umumnya oleh kakek dan nenek keturunan Tionghoa yang mengikuti pertunjukan dengan penuh perhatian. Sambil makan es potong rasa buah-buahan yang dijual seharga RM1, saya dan teman-teman pun menonton acara tersebut selama beberapa menit, sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke penginapan.

Keesokan paginya, kami kembali bergegas menuju Jonker Street untuk mencari makanan khas Melaka, yaitu “Chicken Rice Ball“. Berbekal prinsip “yang ramai pasti enak”, kami pun bergabung dalam antrian di satu rumah makan yang menjual makanan ini. Kami sedikit kebingungan ketika akan memesan, karena rupanya rumah makan tersebut tidak menyediakan menu dan pemilik serta pelayannya hanya bisa berbahasa Mandarin, dengan sedikit Bahasa Inggris yang terbata-bata. Setelah menunjuk-nunjuk meja sebelah, kami pun memesan Hainam Chicken Rice Ball porsi dua orang untuk dimakan berempat. Total biayanya RM12 saja!


“Chicken Rice Ball” ala Melaka

Setelah mengisi perut, kami berjalan-jalan di sekitar Jonker Street. Meskipun malamnya baru saja digunakan sebagai lokasi pasar malam, jalan-jalan di Jonker Street terlihat bersih dan rapi. Ada banyak sekali gerai-gerai menarik di sepanjang Jonker Street maupun jalan-jalan tembusannya, hingga rasanya harus sehari penuh menghabiskan waktu di sini. Selain toko-toko lucu, ada banyak sekali tempat-tempat kultural yang dapat dikunjungi di Jonker Street ini, misalnya Mesjid Kampung Keling (tidak terlalu spesial, tapi lumayan untuk dikunjungi karena jaraknya dekat), Baba Nyonya Heritage Museum (tiket masuk sekitar RM10), Sri Poyyatha Vinayagar Moorthi Temple, Cheng Hoon Teng, dan Sam Po Kong Temple. Yang terakhir ini sayang untuk dilewatkan, karena suasananya tenang dan nyaman sekali. Ketika kami datang, banyak orang tengah bersembahyang.

Dari Jonker Street, kami menyeberangi Sungai Melaka untuk menuju ke Christchurch yang terkenal. Kami mampir ke St. Xavier Church. Gereja cantik ini berdiri di atas tanah yang konturnya tidak rata, sehingga pada awalnya saya dan teman-teman sempat berdebat bahwa gereja tersebut memiliki kemiringan yang tidak wajar, mirip tapi tak seekstrim Menara Pisa di Italia.

Setelah puas melihat-lihat gereja tersebut, kami melewati museum-museum berbayar atas alasan berhemat, dan memilih untuk mendaki St. Paul Hill. Pendakian tersebut cukup melelahkan bagi kami, mengingat kami baru saja mengelilingi Jonker Street sepanjang pagi. Namun, begitu sampai di atas, kami tidak menyesal sedikit pun. Di atas bukit tersebut, ada reruntuhan Gereja St. Paul yang cantik, lengkap dengan pemandangan ke arah kota Melaka. Kami pun duduk-duduk di salah satu reruntuhan jendela, mengistirahatkan kaki sekaligus menikmati sejuknya angin.

Kami sempatkan juga mampir ke bekas reruntuhan A Famosa yang juga terkenal sebagai ikon Melaka. Karena hari sudah mulai sore, kamipun lalu mengambil tas kami di hostel, kemudian kembali ke Christchurch untuk menunggu bis umum yang akan membawa kami kembali ke Melaka Sentral Bus Station dengan tarif RM1 per orang.

24 jam di Melaka yang menyenangkan buat kami!


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Menikmati Roti Isi Ikan Khas Eminonu, pinggiran Istanbul..

Susunan meja kayu berukuran kecil tumpah ruah ke area publik. Tempat duduk pun penuh diduduki ramainya pengunjung yang sedang bersantap siang. Belum lagi terlihat antrian panjang di depan perahu yang terombang ambing di pinggir dermaga. Beberapa pria dengan seragam hitam dan bordiran warna kuning berlomba lomba memanggil pengunjung, “Balik Elmek… Balik Elmek… Balik Elmek…” untuk masuk ke dalam tendanya.

Roti dijual melalui perahu kecil yang bersandar
Roti dijual melalui perahu kecil yang bersandar

Penasaran dengan makanan apa yang disiapkan dan dijual di atas perahu itu, sayapun duduk di anak tangga sambil membuka helai halaman pada puku panduan yang saya bawa. Di halaman itu tertulis:
“The cheapest way to enjoy fresh fish from the waters around Istanbul is to buy a ‘balik ekmek’ (fish sandwich) from a boatman.”

Rupanya secara tidak sengaja saya menemukan penjual roti isi ikan khas Eminonu yang sangat populer di kalangan masyarakat lokal Istanbul. Di sepanjang bibir dermaga Eminonu terdapat beberapa penjual roti isi ikan yang merapatkan perahunya di Teluk Golden Horn. Siang itu saya memilih penjual dengan pengunjung paling banyak, biasanya banyaknya pembeli mencerminkan kualitas dari makanan yang dijual.

Papan harga
Papan harga

Roti isi ikan siap disantap!
Roti isi ikan siap disantap!

Empat orang pembuat roti isi di dalam perahu bekerja dengan cekatan, dua orang memanggang ikan segar, biasanya sejenis ikan kembung yang banyak ditemui di perairan Turki, dan duanya lagi memasukan ikan panggang, irisan selada dan bawang bombai ke dalam roti berukuran setengah kaki. Bergabung dengan antrian di depan perahu, kami pun bergerak sangat cepat. Mungkin karena tidak ada menu lain yang dijual selain roti isi ikan. Memesannya pun sangat sederhana, hanya dengan menyebutkan jumlah roti isi yang mau dibeli dan dengan lincah petugas di depan perahu akan memberikan roti isi yang terbungkus kertas dan menarik bayaran sebesar lima lira per roti isi.
Menikmati roti sambil bersantai
Menikmati roti sambil bersantai
Sultan Ahmed Square
Sultan Ahmed Square

Melihat tempat duduk kosong yang baru saja ditinggalkan pengunjung sebelumnya, saya duduk di kursi rendah di bawah bangunan berstruktur besi yang ditutupi tenda berwarna merah. Tempat yang sangat pas untuk berisitirahat dan bersantap siang dengan pemandangan minaret menghiasi garis cakrawala kota tua Sultan Ahmed. Suasana masih diramaikan dengan kicauan burung camar yang berterbangan.

Roti isi ikan disantap dengan taburan garam dan perasan air jeruk nipis yang sudah tersedia di atas meja. Sesekali penjual minuman datang menawarkan minuman pickle juice, minuman yang terdiri dari irisan beberapa jenis acar sayuran. Terus terang, untuk urusan rasa, saya lebih memilih kebab, tapi roti isi ini patut dicoba apabila anda berkunjung ke Istanbul.

Menikmati musik dan kuliner di Jogja, enak tenan dab !

Matahari pagi seolah masih enggan berbagi sinarnya pagi itu. Derap kaki kuda terdengar begitu mempesona. Bunyi-bunyian bel becak juga terdengar bersahut-sahutan seolah mereka sedang bahagia menyambut pagi.

Di sebuah kamar penginapan saya masih meringkuk di bawah selimut tebal. Pagi itu terasa begitu dingin. Capek masih menjalar di sendi-sendi kaki dan betis saya. Setelah kemarin seharian bermotor ria menikmati indahnya pantai Indrayanti, di tambah lagi malamnya berjalan kaki menyusuri trotoar kota Jogja dari Bentara Budaya Yogyakarta hingga jalan Dagen dimana saya menginap.




Jazz Mben Senen

Bukan tanpa alasan saya berjalan-jalan malam hari menyusuri trotoar di kota Jogja ini. Alasan utamanya adalah menyaksikan perhelatan Jazz yang bertajuk Jazz Mben Senen. Pertunjukan music Jazz yang di helat setiap hari senin malam ini di selenggarakan di Bentara Budaya Yogyakarta. Kesan bahwa music Jazz hanya bisa di nikmati oleh kalangan atas di sebuah venue yang megah terpatahkan dengan acara ini. Music Jazz dikemas dalam sebuah konsep yang merakyat. Di gelar di salah satu sudut komplek Bentara Budaya Yogyakarta, dibawah tenda biru, para penonton duduk di kursi lipat bahkan di bagian depan terlihat asik lesehan di tikar. Tanpa mengurangi keasikan menikmati music Jazz saya mengacungkan jempol untuk perhelatan ini. Semua terlihat begitu gembira dan antusias menikmati acara hingga selesai. Hentakan-hentakan drum, petikan-petikan gitar hingga lolongan saxophone menyihir siapapun yang hadir saat itu, bahkan para penikmat yang tidak kebagian tempat duduk rela berdiri di luar pagar. Jogja terasa begitu damai malam itu.

"Mas aku dah di stasiun neh, mau ke tempat Ratih jam berapa?"

Sms dari Putri sahabat saya mengagetkan saya di pagi yang dingin itu. Bergegas saya menguyur badan di kamar mandi. Dingin rasanya membekukan saya di dalam kamar mandi sederhana itu. Kami memang ada janji untuk menghadiri pameran foto yang di gelar sebagai prosesi dari tugas akhir salah satu sahabat. Ratih namanya, sosok wanita kurus ini adalah salah satu travelmate saya selama di Sumba dulu. Dulu pernah janji untuk datang keacara pameran foto nya. Ratih, Putri dan saya adalah travelmate yang ketemu dalam perhelatan pasola di Sumba.

Sebelum berangkat ke kampus nya Ratih di ISI jogja, saya dan putri menyempatkan diri berjalan-jalan sejenak menikmati keriuhan Malioboro hingga tersesat di toko bathik terkenal MIROTA. Suasana MIROTA begitu riuh, mungkin masih musim liburan sekolah jadinya banyak sekali pengunjung yang memadati toko yang menyediakan berbagai jenis souvenir oleh-oleh khas Jogja ini.

Tidak nyaman dengan keriuhan itu akhirnya kami keluar dari toko dan kembali menyusuri lorong-lorong Malioboro. Segarnya sayuran hijau yang terhidang di salah satu sudut malioboro menyita perhatian saya. Ditambah lagi onggokan burung dara goreng yang terlihat begitu menawan hati. Tidak butuh waktu lama buat saya untuk melewatkan momen tersebut, hingga akhirnya kami sudah duduk manis mengunyah pecel dan burung dara goreng di temani canda tawa ibu-ibu pedangang yang lucu.

Jalanan menuju kampus ISI terasa begitu panas sekali. Terik matahari menyengat dengan ganas siang itu. Tidak terlalu sulit mencari salah satu kampus seni besar di Yogjakarta ini. Namun begitu masuk gerbang nya, kami kebingungan mencari tempat dimana Ratih menggelar pamerannya. Setelah tanya ke dua orang yang berbeda ternyata kami belum berhasil juga menemukan lokasi itu. Hingga akhirnya mendapat rekomendai dari seorang sahabat untuk mencicipi mangut lele Mbah Marto yang terletak tidak jauh dari kampus ini.


Warung Mangut Mbah Marto yang berada di rumah

Ternyata mencari lokasi warung makan Mangut mbah Marto ini lebih sulit lagi. Bolak-balik kami mengitari lokasi yang sama. Jawaban dari penduduk setempat juga terasa membingungkan. Bayangan saya adalah sebuah warung makan besar yang ramai dengan banyaknya mobil parkir. Ternyata saya salah. Warung Mangut mbah Marto ini memang sudah terkenal sekali. Lezatnya mangut lele ala mbah Marto beredar dari mulut ke mulut. Dan warungnya sendiri adalah sebuah rumah yang sekaligus menjadi tempat tinggal mbah Marto. Setelah beberapa kali bertanya akhirnya kami menemukan warung Mangut yang tidak mempunyai cabang dimanapun itu.


Menu warung mbah Marto

Memasuki warungnya terasa nyaman seperti sedang berada di rumah sendiri. Para pembeli menikmati mangut lezat itu bisa di meja teras rumah, bisa di ruang tamu bahkan kalau mau bisa juga di dapur dimana dagangan mangut lezat nya mbah marto di gelar.

" Mbah Marto nipun seng pundi niki nggih?" pertanyaan yang saya lontarkan di dapur mbah Marto.

"Kulo mas, mbahnya nembe mangan, ngelih mas ha ha ha" jawaban dari seorang wanita renta yang terlihat begitu bersahaja. Beliaulah Mbah Marto sosok yang berada di balik lezatnya Mangut lele ini.

"Monggo mundhut kiyambak mas" kalimat yang keluar dari mulut mbah Marto ketika melihat saya kebingungan berada di dapur itu. Memang di warung ini semua tamu di persilahkan mengambil makan nya sendiri. Banyak menu yang terhidang di sebuah amben (tempat tidur kayu khas jawa) kecil. Garang asem, semur, sayur dan yang paling fenomenal adalah lele mangut yang terlihat begitu lezat.


Simbah takut di foto

Sebelum makan saya sempat berbincang sebentar dengan simbah. Sosok wanita renta dengan usia hampir mencapai 90 tahun itu terlihat begitu sehat. Celotehan-celotehan lucu dari mulut beliau juga membuat saya tergelak hingga perut saya terasa sakit. Namun begitu saya memohon ijin untuk berfoto bersama beliau, beliau terlihat takut. Saya sempat bingung hingga akhirnya simbah bercerita kalau beliau takut dengan cahaya Flash yang keluar dari kamera.




Mangutnya Sadis dan Lezatttt

Puas menikmati nikmatnya mangut lele terenak sedunia, ada kabar dari Ratih bahwa dia sudah berada di jalan menuju kampus ISI. Saya dan putri segera bergegas dan pamitan kepada mbah Marto. Ternyata setelah perut kenyang tidak terlalu susah mencari keberadaan gedung Fakultas fotografi dan media rekam. Tidak selang berapa lama saya berada di sebuah ruang pameran Ratih datang dan menjelaskan sedikit tentang pamerannya. Memang ini adalah hari terakhir foto-foto spektakulernya terpampang di ruang pameran tersebut. Dari foto-foto bagus tentang Sumba yang terpampang saya begitu rindu ingin kembali menikmati pesona keindahan di Sumba.




Pameran Fotonya Ratih

Hari sudah menjelang sore, dan putri harus bergegas ke terminal untuk menumpang bis kembali ke Surabaya. Sementara saya masih harus menunggu pukul 19:00 untuk menumpang kereta ekonomi AC menuju Jakarta. Sebuah petualangan singkat yang seru dan akan indah untuk dikenang suatu saat nanti.


Simbahnya Lucu


Dagangan mbah Marto


Putri nyamar jadi anaknya mbah Marto he he he


Makannya di Teras


Trio Pasola
Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Sunday, July 29, 2012

Ini dia : Resep Puding Jagung Manis Spesial !

Resep puding jagung adalah salah satu resep puding paling dicari saat ini. Karena kita semakin sadar dan mengerti betapa banyak manfaat yang diperoleh dari  jagung selain lezat juga kaya manfaat.

Paduan bahan-bahan dari puding ditambah dengan lezatnya jagung akan membuat puding jagung semakin digemari. Nah silahkan mencoba resep puding jagung yang dikutp dari femina. Untuk langkah awal kita siapkan bahan-bahannya yuk...

Resep Puding Jagung



Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan:

Bahan untuk Puding:

  • 800 ml santan, dari 1 butir kelapa parut
  • 2 lembar daun pandan, simpulkan
  • 150 gram gula pasir
  • 1 bungkus (7 g) agar-agar bubuk warna putih
  • ½ sendok teh garam
  • 250 gram jagung manis segar pipilan
  • 75 gram mata nangka, potong dadu ½ cm
  • 75 gram daging buah kelapa muda

Bahan untuk Sausnya:

  • 500 ml santan kental, dari 1 butir kelapa parut
  • 75 gram gula pasir
  • 2 lembar daun pandan, simpulkan
  • 2 sendok makan tepung maizena
  • ½ sendok teh garam
Cara Membuat: 
  1. Cara Membuat Saus: Campur santan, gula, daun pandan, tepung maizena, dan garam di dalam panci. Masak di atas api kecil, sambil adu k perlahan hingga mendidih. Jaga jangan sampai santan pecah. Angkat, sisihkan.
  2. Cara membuat puding: Campur santan, daun pandan, gula pasir, agar-agar, dan garam, aduk rata.  Masak di atas api kecil, sambil aduk perlahan hingga mendidih. Jaga jangan sampai santan pecah. Tambahkan jagung, aduk rata. Angkat, sisihkan.
  3. Siapkan cetakan puding (gelas berkaki volume 100 ml) atau sesuai dengan selera anda, yang sudah dibasahi air matang.
  4. Kemudian Susun buah nangka dan kelapa muda di atasnya.
  5. Tuang adonan puding, ratakan. Dinginkan. Simpan di lemari pendingin hingga mengeras.
  6. Keluarkan adonan yang sudah mengeras dari lemari pendingin, siram dengan saus hingga rata.
  7. Sajikan dingin, biar lebih nikmat.
Biasakan keluarga kita untuk sesering mungkin mengkonsumsi jagung, karena manfaat yang dikandung buah jagung untuk  melancarkan pencernaan, sebagai sumber mineral, merawat kulit, nutrisi ibu hamil, mencegah anemia, mengontrol kolesterol, serta makanan terbaik untuk penderita diabetes.  Semoga resep puding jagung bisa bermanfaat .... selamat mencoba!

Lihat yg lebih 'lezat' di sini !

Friday, July 27, 2012

Resep Daun Ubi Tumbuk







Ini salah satu menu wajib disetiap rumah yang ada di tanah Sumatera, lebih tepatnya Sumatera Utara. Daun ubi tumbuk yang dimakan bersama ikan teri sambal kacang atau ikan limbat gule di daun ubi itu. Ikan limbat itu ikan sungai yang diasapi sampai hitam. kelihatan nya mudah untuk memasak resep daun ubi tumbuk ini

Bahan-bahan:

- 2 ikat daun ubi (ditumbuk dengan menggunakan alu, dan ditiriskan airnya)

- 1/2 butir kelapa yang sedang tuanya diambil santan (dipisah yang encer dan yang kental)

- ikan sale/limbat (dibakar terlebih dahulu)

- 1 ons cepokak/rimbang

- 2 bh kincung/kecombrang/bunga onje

- 1 btg sereh yang dimemarkan

- 1 bh tomat

- garam secukupnya

- bumbu yang dihaluskan : bawang merah (3 siung), bawang putih (1 siung), kemiri (3 biji), jahe, lengkuas, kunyit, cabe rawit (10 bh), cabe merah (4 bh)
Petunjuk

- santan encer dimasak bersama bumbu yang dihaluskan juga ikan sale bakar, sereh dan garam

- setelah mendidih masukkan daun ubi yang telah ditumbuk dan ditiriskan airnya dan tomat yang dipotong-potong

- masak agak lama

- kira-kira daun ubinya sudah masak/lembut, masukkan santan kentalnya, setelah mendidih 2 menit angkat dan siap untuk dihidangkan.
daun ubi tumbuk disantap dengan penuh banjiran kuah dipiring. Dan jarang sekali yang memakai sendok, bisa dibayangkan makan yang berkuah tanpa sendok. Tapi itu salah satu cara untuk menikmati daun ubi tumbuk ini. Mantap!!!


Cara Ngelaba Salad Pizza Hut Saat Buka Puasa !