Showing posts with label Militair. Show all posts
Showing posts with label Militair. Show all posts

Monday, July 30, 2012

FOTO Jejak Perang Dunia II di Indonesia

BENDA PENINGGALAN PERANG. Muchlis (32) menunjukkan koleksi benda peninggalan perang dunia II yang disimpan di rumahnya di Morotai, Maluku Utara, Kamis (7/6). Muchlis mengumpulkan benda benda tersebut sejak berusia 10 tahun yang didapatkannya dari berburu di sejumlah tempat di Morotai.

Sumber Foto: ANTARA










Dua wisatawan mengamati bangkai kendaraan tempur amphibi sisa perang dunia II di Desa Darame, Morotai, Maluku Utara, Kamis (7/6). Morotai menyimpan potensi wisata sejarah berupa napak tilas peninggalan perang dunia II seperti bangkai kendaraan tempur dan sisia-sisa perang lainnya yang tersebar di darat dan laut.





SUNGAI KOKOTA. Dua wisatawan berfoto di dekat air terjun Sungai Kokota, kawasan Bukit Empat Puluh, Morotai, Maluku Utara, Kamis (7/6). Sungai itu merupakan saksi bisu tempat pertempuran sengit antara Sekutu dan Jepang ketika pecah perang dunia II.



MONUMEN JENDERAL MC ARTHUR . Seorang pengunjung mengamati monumen Jenderal Douglas Mc Arthur di pulau Zum Zum, Morotai, Maluku Utara, Rabu (6/6). Monumen tersebut dibangun sebagai napak tilas keberadaan panglima perang sekutu, Jenderal Douglas Mc Arthur yang menjadikan pulau tersebut sebagai tempat persembunyian pada Perang Dunia II .


Sumber

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Saturday, July 28, 2012

Prajurit Artileri India Terkoclok !

Ini Mungkin Kru Artileri Terkocak di Dunia [Video]


Senjata artileri 155mm Field Howitzer 77 Bo2 ini memang mengerikan. Mesin perang produksi Swedia ini adalah mimpi buruk bagi tentara lawan yang berada di kejauhan 27,4km (jarak efektif 21km) dari posisi senjata tersebut berada.

Tapi walaupun tentara lawan berhasil mendekat, nasib mereka mungkin juga tak akan jauh berbeda, mereka bisa-bisa mati tertawa melihat cara lucu para kru artileri India dalam mengoperasikan senjata tersebut.

Friday, July 27, 2012

Mengapa Tentara Mengenakan Baju Loreng ?

http://media.viva.co.id/thumbs2/2012/07/27/165188_baju-loreng-militer-_663_382.jpg
Baju Loreng ABRI, pernah terpikir atau terbesit kenapa militer sekelas ABRI mengunakan seragam loreng. Serangam yang bermotif abstrak yang dipenuhi dengan warna coklat, hijau, hitam. Biasanya kita menjawab kenapa ABRI mengunakan loreng supaya tidak ketahuan sama musuh, supaya tersamar. Namun ternyata ada alasan dan sejarah tertentu kenapa serangam militer tersebut kebanyakan warna loreng, atau dikenal dengan camouflage (kamuflase).

loreng, Baju Loreng Militer, pola loreng, loreng abri

Dengan mengunakan baju loreng, maka militer dapat melakukan kamuflase yang merupakan salah satu teknik survival, yang artinya mengacu pada metode yang digunakan untuk membuat pasukan militer agar tidak dapat terdeteksi oleh pasukan musuh. Dalam prakteknya, penerapan warna dan bahan untuk kostum perang dan peralatan militer digunakan untuk menyembunyikan mereka dari pengamatan visual (dengan mata telanjang). Dengan mengunakan kostum loreng ini, maka pasukan militer dapat menyatu dengan medannya dan akan mengurangi bahaya sebagai sasaran tembak musuh.

kamuflase militer, kamuflase abri, Baju Loreng Militer

Awalnya orang orang militer tidak mengunakan baju loreng, mereka mengunakan warna waran yang mencolok dan berani dengan alasan untuk menakut nakuti musuh, identifikasi lebih mudah ketika kabut dan mengurangi pembelotan (pasukan yang mundur dari perang). Baju loreng pertama kali digunakan pada awal 1800-an oleh beberapa unit militer untuk melindungi diri terhadap akurasi tembakan yang meningkat pada senjata kala itu.

pola loreng terdahulu, pola loreng jaman dahaulu, Baju Loreng Militer

Unit-unit pasukan pertama yang mengadopsi warna-warna loreng adalah Resimen Senapan ke-95 dan Resimen Senapan ke-60, dibuat selama Perang Napoleon (abad ke delapan belas) untuk memperkuat garis pertempuran Inggris. Ketika mereka membawa Rifles Baker (sejenis senjata kala itu, dengan bayonet) dan memperluas area pertempuran, mereka mengenakan jaket hijau, berbeda dengan resimen lain yang mengenakan jubah merah tua.

Lalu kenapa baju ABRI, militer kita memiliki loreng yang berwarna hijau? sementara pasukan dari negara lain ada yang memiliki warna lebih coklat atau putih. Alasan utamanya adalah medan, negara kita lebih dominan pepohonan yang berwarna hijau, tanah dan kayu yang berwarna coklat, sehingga kita lebih memilih pola M81 Woodland, yang sudah populer dari tahun 1981.

Pertanyaan selanjutnya kenapa tidak mengunakan warna hitam? warna yang sangat menutupi dan dominan kala gelap. Memang beberapa pasukan khusus indonesia ada yang memiliki warna kostum hitam, namun untuk berperang siang hari warna hitam dapat menyiksa. Kita pernah mempelajari sewaktu SMP bahwa warna hitam memiliki emisifitas tertinggi, dengan nilai satu (untuk warna putih nilainya nol). Dimana benda yang memiliki emisifitas tinggi akan mudah menyerap panas. Sehingga kalau militer harus bertugas siang hari dengan tetap mengenakan  warna hitam, ia bisa kelelahan sebelum melawan musuh karena energinya telah terkuras menjadi kringat.

Kamuflase ini lebih ke arah pertahanan diri dari penglihatan visual, meski ada teknologi lagi yang lebih baru dalam mendeteksi keberadaan manusia mengunakan sinar inframerah dan lain sebagainya, namun juga sudah di temukan metode dan kamuflase yang berbeda pula. hal ini lah yang menjadi alasan kenapa militer mengenakan baju loreng.

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Thursday, July 26, 2012

Perlombaan senjata pemusnah massal..

Senjata-senjata klasik ini pernah dibuat manusia untuk saling membunuh. Dibuat dengan ukuran yg besar dan semakin besar untuk menakut-nakuti musuh. Ada yg memang benar-benar berdaya destruktif ada juga yg sekedar untuk menakut-nakuti musuh dengan penampilannya saja.


Selama laki-laki masih memilikinya, mereka akan berusaha untuk membuatnya menjadi yang paling besar. Apaan? Jangan ngeres dulu, bos. Ini kita bicara mengenai senjata meriam (canon)!


 Meriam Tangan Bangsa Cina

Meski mereka tidak sadar pernah memiliki yang terbesar, bangsa Cina terbukti benar-benar menjadi pembuat yg pertama. Dengan berbagai alasan, pada akhirnya mereka berhenti menggunakannya, terutama karena disamping musuh mereka yg ketakutan, mereka seringkali malah kadang meledakkan diri mereka sendiri.

 
Chinese Hand Cannon - Bronze firearm, Yuan dynasty (1271-1368 AD).

 
Miniatur replika dari meriam tangan Chinese, dan Hand Bombard, Eropa 1380

Orang-orang Eropa sungguh-sungguh mengambil ide dari silinder metal yg tebal, pasokan mesiu, dan kejutan nakal untuk menembakkannya ke pihak yang tidak mereka sukai. Awal-awal meriam-meriam pertama mereka adalah mortir-mortir sederhana: sebongkah besi berbentuk lonceng (karena pembuat lonceng adalah pembuat meriam pertama). Mereka juga seringkali meledakkan dirinya sendiri, tapi tidak seperti bangsa China, mereka cuek saja, yang penting hasilnya setimpal, dan selama masih ada yg mau menyulut sumbunya.

 Senjata Pertama yang Benar-benar Super

Senjata pertama yg benar-benar "super" digunakan manusia adalah bombard dari bangsa Turki Agung, yang juga dijuluki Dardanelles Gun, Senjata Kerajaan, Meriam bangsa Hongaria, atau sebutan yang lainnya yang kalo orang betawi liat bakal bilang gini:"Busyeeet, itu meriem apa kapal?"


Dibuat tahun 1453 di Hongaria dan digunakan bangsa Turki untuk merebut Konstantinopel, mereka membuat shock pembuatnya dengan tidak disangka melakukan apa yg mereka telah rencanakan: mengirim 1500 pound bola granit ke siapa saja dimana moncong meriam ini diarahkan.
Monster Sombong Milik Tsar

Tidak pernah ingin dikalahkan, bangsa Rusia menyombongkan dirinya dengan apa yg disebut Pemusnah Pasti Musuh. Pura-pura dirakit tahun 1585, meriam Tsar sebuah monster dengan mulut lebarnya didesain untuk melontarkan 800 pound peluru ke musuh mereka. Tsar ini sendiri tidak pernah menembakkan peluru meriam, tapi tidak pernah menghentikan militer Rusia untuk membangga-banggakan betapa besarnya senjata ini hingga orang-orang bosan mendengarnya.




Meriam raksasa lainnya: Mons Meg, buatan tahun 1449 and benar-benar ditembakkan selama 200 tahun - saat ini ditempatkan di Kastil Edinburgh, Skotlandia.


Trench Horror Upgrade

Dikatakan perang dunia pertama adalah benar-benar perang moderen pertama. Gas racun, tank-tank, pertempuran udara, senjata mesin - sepertinya mereka dengan gembira berksperimen pada tahun-tahun horror itu. Tapi tetap saja senjata-senjata klasik masih digunakan, silinder metal tebal tua yg tetap standby, mesiu, dan kejutan nakal, tidak pernah ketinggalan. Tapi sejak perang modern ini, meriam klasik diupgrade menjadi lebih besar - sangat besar.

Ganjil rasanya moster pembunuh diberi nama dengan nama perempuan, tapi engineer Krup yg romantis melakukannya: botol sampanye senjata kaliber 17-inch, mereka membaptisnya dengan nama anak perempuan boss-nya. Big Bertha, atau lebih tepat "Fat Bertha" mulai dimiliki militer Jerman, digunakan di Belgia di Liege, Namur, dan Antwrep, dan juga digunakan di Maubeuge, Perancis dengan ukuran yang benar-benar besar.



Tapi itu belum cukup. Betul Bertha memiliki ukuran yg luar biasa, tapi apa yang Jerman inginkan adalah sesuatu yg benar-benar menggetarkan - terutama sejak Amerika yg sombong mulai memainkan perannya.

Long Max Mengikuti Big Bertha

Mencari sesuatu yg mereka bisa perkuat di Front Utara untuk membuat mereka terlihat lebih besar, mereka melirik laut dan mulai melakukan ide transplantasi daripada mengembangkannya. Supaya tidak ribet, Long Max dibuat sebagai senjata untuk angkatan lautnya, terbesar yg Jerman pernah miliki. Tidak lama, senjata ini digunakan di darat. Di medan pertempuran senjata ini menunjukkan giginya dengan menembakkan 1600 pound peluru hingga jarak 30 mil!


 
(Perbandingan senjata kaliber 30,5 cm/50 dan 38 cm/45)


Senjata Terror Pertama

Ternyata itu saja belum cukup! Senjata ini masih hasil transplantasi senjata di laut, dan kadang-kadang dijuluki senjata terror yang pertama.

 
Meski membutuhkan pemeliharaan ekstra dan tidak menghasilkan daya destruktif besar, tapi tetap saja membuat takut, apalagi senjata ini mampu mengirim pelornya hingga sejauh 80 mil!


 
Ini adalah moster buat Jerman - dipasang di kereta khusus, bunyinya sangat keras sampai-sampai pada waktu yg bersamaan artileri biasa juga ditembakkan untuk meredam gemuruh penembakannya.

Catatan Lain:

Konsep meriam elektrik yg menarik (tanpa mesiu) di tahun 1932:




 Sejata Terbesar yang Pernah Dibuat

Ketika perdamaian dibuat, orang-orang mulai sedikit "sopan" dan bijaksana mengenai ukuran amunisi mereka. Hingga orang-orang Jerman memutuskan untuk memukul genderang perangnya.


Tidak diragukan lagi, Gustav Schwere ini sangat impresif. Senjata ini dimiliki Angkatan Laut Jerman, tapi tidak seperti lainnya yg menakutkan, Shewere Gustav lebih-lebih dari seorang pembual yg bergemuruh.


Senjata pertama dinamai "Gustav", yang kedua "Dora":








Monster ini begitu besar hingga butuh 2500 prajurit untuk menyiapkannya dan untuk mengangkutnya digunakan kereta dengan 25 rangkaian gerbong sepanjang hampir 1 mil!

Tidak seperti yang versi Paris, jangkauannya hanya 30 mil, tapi Jerman benar-benar puas dengannya, apalagi monster ini sanggup melontarkan pelor seberat 1000, 2000, atau bahkan 3000 pound!



Senjata lainnya pada era itu ("K-5E Leopold"):





Lihat gambar 3-D dari senjata-senjata rel (by Greh Heuer)


Supergun Centipede

Tidak hanya Jerman yg terobsesi dengan ukuran senjata. Orang-orang Inggris dan Amerika juga tidak mau ketinggalan. Sebelum perdamaian dilanggar lagi, Jerman punya satu ide pamugkas, senjata yg benar-benar membuat mereka benar-benar bisa menegakkan kepala mereka tinggi-tinggi di muka bumi.



Yang membuat senjata V3 Hochdruckpumpe ("High Pressure Pump", atau "Centipede") demikian menarik adalah bahwa ini bukan satu buah senjata tapi kumpulan dari senjata-senjata yg lebih kecil yang dapat ditembakkan dengan tepat dan akurat dengan cepat dan makin cepat. Merupakan bagian dari paket keseluruhan Victor Weapon yang termasuk V1 Buzz Bomb dan V2 (misil balistik pertama), V3 secara permanen dipasang di benteng tangguh di Perancis dimana akan menembakkan pelurunya hingga jarak lebih dari 100 mil, tepat di jantung kota London.

Lebih-lebih dari Supergun yang Mampu Mencapai Stratosfer

Setelah perang itu segala sesuatunya menjadi dipikirkan baik-baik dan bijaksana. Banyak pihak tidak lagi memikirkan ukuran senjata-senjata mereka tapi sesuatu yg lebih efektif dan berdaya besar untuk memperkuat artileri. Pada akhirnya muncullah era Misil-misil yg banyak dibuat pada masa itu. Amerika sendiri dengan desainer jeniusnya Gerald Bull membangun HARP System, jauh lebih dari sekedar supergun karena didesain untuk mencapai ujung lapisan stratosfer.


Seperti halnya di Krupps, Bull sangat menyukai senjatanya. Setelah HARP melemah, Bull mencoba mencari pihak lain untuk menghidupkan kembali idenya soal supergun sejati, suatu materpiece, sesuatu yg dunia akan mengakuinya sebagai yang terbesar.
Proyek terhebatnya adalah Babylon Project, meski agak samar-samar, Bull jelas akan melakukan apa yg HARP tidak bisa lakukan, Bull akan membuat sesuatu yang bisa ditembakkan ke luar angkasa.



Bull memang seorang jenius tapi sekaligus bodoh karena satu hal: memilih klien.
Setelah mengajukan proposal Babylon-nya kesana kemari, akhirnya dia malah memilih Timur Tengah, dimana seorang presiden di sana telah menulis cek untuknya untuk membuat senjata terbesar di dunia.


Supergun Saddam Yang Membawa Malapetaka bagi Penemunya

Masalahnya tanda tangan di cek itu adalah milik Saddam Hussein , dan tentu saja membuat banyak pihak kalang kabut, apalagi kalau Bull berhasil, Saddam dapat mengirim misil hingga sejauh 500 mil!
 



Tuesday, July 17, 2012

Memadamkan Api dengan Suara !

[imagetag]

Airlington -- Teknologi memadamkan api tak banyak berubah dalam setengah abad terakhir. Lembaga penelitian militer Amerika Serikat mengembangkan teknik baru mengusir api. Kali ini api dikalahkan oleh suara.

Tabung pemadam kebakaran menjadi teknologi terakhir yang dikembangkan manusia untuk memadamkan api. Sebelumnya api dilawan dengan air, tanah, hingga karung basah. Pada prinsipnya, pemadaman api dilakukan untuk mengusir molekul oksigen yang bertindak sebagai bahan bakar.

Sejak 2008, Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) milik Amerika Serikat ditugaskan menyelidiki sifat api. Pengetahuan ini dipakai untuk mengembangkan teknik baru melawan api.

"Pemadaman api bisa dilakukan dengan teknik-teknik fisika ketimbang kimia pembakaran yang lazim dipakai," demikian pernyataan DARPA melalui siaran pers, Kamis, 12 Juli 2012.

Penelitian menunjukkan, api merupakan plasma dingin yang bisa diganggu menggunakan gelombang cahaya dan gelombang suara. Sebuah eksperimen laboratorium disusun untuk membuktikan teori ini.

Tayangan video di website DARPA memperlihatkan dua pengeras suara disusun mengapit nyala api dan sumber bahan bakar, mampu menghentikan kebakaran.

Teknik pemadaman menggunakan suara ini bekerja dengan dua cara. Pertama, saat pengeras suara menyala, gelombang mempercepat rambatan udara. Proses ini sanggup menggencet nyala api sehingga kebakaran makin mudah dihentikan. Kedua, permukaan lokasi yang "menempel" api didorong oleh gelombang suara sehingga mempercepat penguapan bahan bakar. Akibatnya, nyala api melebar sekaligus menurunkan suhu. Api pun padam dengan cepat.

"Gelombang suara pada frekuensi tertentu bisa memadamkan api," menurut DARPA.

Amerika Serikat berambisi menemukan teknologi pemadam kebakaran setelah kapal induk USS George Washington menjadi santapan api pada Mei 2008. Kebakaran yang berlangsung selama 12 jam tersebut menyebabkan kerusakan senilai US$ 70 juta. Teknologi baru diharapkan bisa mempercepat proses pemadaman api, khususnya

Saturday, July 14, 2012

Senapan Anti Tank Made In PINDAD !



SPR 2 (SENJATA PENEMBAK JITU PRODUKSI DALAM NEGERI)

SOSOK senapan penembak jitu antimaterial, menjadi salah satu keperluan utama pada pertempuran era modern, terutama untuk menghajar pasukan musuh yang berlindung di balik material. Menyadari perkembangan ini, PT Pindad pun tak mau ketinggalan, mereka sudah memproduksi dengan nama Senapan Penembak Runduk-2 (SPR-2).




SPR-2 diharapkan mampu menjadi salah satu produk senjata unggulan dalam negeri 2007, yang kehadirannya dapat menjadi varian produk impor sejenis asal Yugoslavia, Black Arrow M93. Kedua senapan antimaterial ini sama-sama menggunakan peluru kaliber 12,7 mm x 99 (umum pula disebut kaliber .50) dengan isian magasen lima peluru.

Kehadiran SPR-2, membuat produk serupa yang sudah muncul dan dipergunakan berbagai angkatan bersenjata di dunia, menjadi sedikitnya 25 jenis. Sebelumnya, sudah ada produk sejenis, misalnya Gepard M1/M2 (Hongaria, kaliber .50), Barret M82, M90 dan M95, M99, serta M-107 (Amerika, kal .50), SVN-98 (Rusia, kaliber 12,7 mm x 108), Steyr IWS-2000 (Austria, kal .50 dan 12,7 mm x 108), PGR UM-Hecate (Prancis, kal .50), AI AS (Inggris, kal .50), NTW-20 (Afrika Selatan, kal 20 mm), dll.

Menurut Desain Ghrapic Divisi Senjata PT Pindad, Dede Tasiri, senada engineer Nana Mulyana, diharapkan dapat memberikan efisiensi bagi TNI jika dibandingkan produk impor. Dari hitungan, produksi SPR-2 harga lebih murah dan fungsi sama hebatnya, apalagi jika dibandingkan Black Arrow M93 yang harganya di atas Rp 1 miliar per pucuk dan diketahui banyak yang sudah rusak.


Senjata sniper buatan pindad ini dibuat dalam 3 versi yaitu SPR1, SPR2, dan SPR3.

SPR 1 ini mempunyai peluru kaliber 7,62mm dengan jarak akurasi 900 meter , Kendati terilhami produk-produk senapan antimaterial yang sudah ada, namun menurut Dede, kehadiran SPR-2 cenderung desain sendiri dari PT Pindad. Walaupun pada sebagian sosok, masih mengambil desain dari Black Arrow M93 dan NTW-20 (Afrika Selatan).

"SPR-2 pada jarak tembak efektif mampu menembus lapisan baja dengan ketebalan sampai 2 cm pada jarak 500 meter. Pengoperasian dengan sistem bolt action bukan berarti SPR-2 kalah modern, namun diharapkan memiliki kelebihan karena akurasi biasanya lebih jitu," sedangkan SPR3 mampu menembus baja setebal 3 cm dengan jarak 700 meter.

Senjata mahal

Penggunaan senapan penembak jitu antimaterial, sudah digunakan sejak Perang Dunia II (1939-1945) oleh pasukan Nazi Jerman (Mauser Tank-Gewehr Model 1918, kaliber .51), Jepang (Tipe 97, kaliber 20 mm), dan Inggris (Boys Antitank Rifle, kaliber .55). Ketiga pasukan tersebut menggunakannya untuk menghantam masing-masing musuhnya, yang berlindung di balik tembok atau berada dalam kendaraan lapis baja.

Usai perang, berbagai negara terutama Amerika, Inggris, Prancis, dan negara-negara Eropa Timur kemudian mengembangkan dengan menggunakan peluru kaliber .50 (disebut pula 12,7 mm x 99) dan kaliber 12,7 mm x 108, yang menjadi standar senapan mesin berat mereka. Dari berbagai negara yang ikut memproduksi senapan antimaterial, Jerman, Amerika, dan Rusia, yang paling banyak membuat aneka produknya sejenis.

Senapan penembak jitu antimaterial, di pasaran harganya rata-rata sangat mahal, sehingga negara-negara pembeli dan dari non- produsen yang keuangannya cekak, biasanya terbatas memiliki.


Thursday, July 12, 2012

Ahli AS: Al Qaeda hanya Bela Diri, Bukan Teroris !



Arizona - Sebuah penelitian oleh Center for Strategic Communication di Arizona State University (ASU), Amerika Serikat berhasil mengungkap misi perjuangan Al Qaeda yang sesungguhnya. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa Al Qaeda tidak berniat menghancurkan peradaban Barat, melainkan hanya membela diri.


Daily Mail Online, Selasa (10/72012), memberitakan, studi itu menumbangkan anggapan Barat bahwa kelompok ekstremis seperti itu hanya berniat menegakkan kekuasaan Islam di mana-mana. Para peneliti menyimpulkan, tujuan kelompok ekstremis itu adalah mempertahankan diri dan keyakinan mereka.


Studi itu dilakukan dengan menganalisis 2.000 teks propaganda yang digunakan Al Qaeda dan kelompok ekstremis Islam lainnya dalam kurun waktu 1998 hingga 2011. Dari teks itu terlihat bahwa tujuan kelompok itu sebenarnya hanyalah pertahanan diri.


Peneliti juga mengumpulkan lebih dari 1.500 katalog yang dikutip dari Alquran yang digunakan para ekstremis untuk menguatkan argumen mereka. Lalu, peneliti itu meneliti surat atau ayat dari kata-kata yang dikutip itu.

Misalnya surat At Taubah ayat 5 yang antara lain menyebutkan,

“…Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka.” (Q.S At-taubah:5)
Peneliti terkejut karena ternyata ayat (yang konteksnya perang itu) itu hanya tiga kali digunakan para ekstremis sebagai landasan perjuangan mereka. Seharusnya, jika mereka benar-benar berniat melakukan kekerasan dan menebar kebencian, maka ayat itulah yang dijadikan landasan perjuangan.

Pada kenyataannya tidak demikian, dari 2.000 teks propaganda itu, ternyata hanya ada tiga yang menyebutkan penggalan ayat tersebut.

Para peneliti menyatakan, hal itu menunjukkan bahwa Barat telah salah menilai kelompok ekstremis Islam.


Karena itu, memberikan pemahaman mengenai hal ini bisa memutarbalikkan pandangan Barat bahwa kelompok ektremis Islam ingin menguasai Barat. Kesimpulan penelitian ini juga bisa membantu upaya menghentikan konflik global.


“Kami sangat terkejut karena ternyata ayat itu hanya sedikit sekali mereka gunakan,” ujar Bennett Furlow, asisten penelitian dan salah satu dari tiga penyusun hasil studi itu.


“Penemuan ini juga menyangkal konsep pertentangan peradaban (a clash of civilization),” tegas pemimpin penelitian Jeff Halverson, profesor di Liberal Arts and Sciences di ASU.


“Apa yang dikatakan para ekstremis terhadap kaum Muslim adalah, masyarakat kami sedang diserang dan Allah SWT akan membela kami jika kita mempunyai keimanan dan keberanian. Jadi, jika kita menggambarkan mereka sebagai setan penakluk, maka kredibilitas kita bisa diragukan. Sebab, sesungguhnya kaum muslim melihat mereka sebagai pelindung dan pahlawan,” tegas Halverson.


sumber: DAILYMAIL

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !