Showing posts with label Travelling. Show all posts
Showing posts with label Travelling. Show all posts

Thursday, August 9, 2012

Masjid Agung Syeikh Zayed, Luasnya 5 Kali Lapangan Bola !

Masjid Agung Syeikh Zayed

Kota Abu Dhabi di Uni Emirat Arab terkenal dengan modernitas yang berpadu dengan pesona gersang gurun pasir khas Jazirah Arab. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya Muslim, Abu Dhabi juga memiliki tempat-tempat ibadah mempesona.

Abu Dhabi telah mengeluarkan miliaran dolar untuk membuat museum-museum ternama dunia, seperti Guggenheim dan Louvre. Namun, permata budaya termegah Abu Dhabi sebenarnya adalah sebuah masjid di pinggir kota, Masjid Agung Syeikh Zayed.

Masjid ini dinamakan seperti nama pendiri Uni Emirat Arab, Syeikh Zayed bin Sultan bin Khalifa Al Nahyan, yang dimakamkan di samping masjid ini

Sulit memperkirakan ukuran sebenarnya masjid ini, namun tidak diragukan lagi setara dengan ukuran lima lapangan sepakbola, menjadikannya masjid terbesar di Uni Emirat Arab. Dari kejauhan, masjid ini terlihat begitu sederhana, seperti bangunan putih biasa yang muncul dari padang pasir.

Masjid ini disusun dari marmer berwarna putih susu dengan emas di atas kubahnya dan halaman marmer besar. Di malam hari, pemandangan masjid ini terlihat lebih megah daripada siangnya, 82 kubahnya menyala terang seperti puluhan bola cahaya di langit gelap.

Apabila berkunjung di luar jam peribadatan, Anda dapat memasuki masjid ini secara gratis. Pengunjung wanita diharuskan memakai abaya tradisional (jubah hitam longgar yang menutupi tubuh dan rambut) saat memasuki kawasan masjid.

Pemandu yang merupakan ahli masjid akan membawa Anda berkeliling dan menunjukkan ruang doa. Pemandu ini juga akan menjelaskan seputar Islam dan Uni Emirat Arab.

Masjid ini dilengkapi karpet buatan tangan terbesar di dunia yang ditenun 1.200 pengrajin Iran. Dengan 2.268.000 jahitan, karpet ini bernilai USD 8,2 juta. Pesona kemewahan dan kemegahannya bagaikan permata di tengah gersangnya padang pasir Abu Dhabi.

Masjid Agung Syeikh Zayed


Masjid Agung Syeikh Zayed


Masjid Agung Syeikh Zayed


Masjid Agung Syeikh Zayed


Masjid Agung Syeikh Zayed


Masjid Agung Syeikh Zayed


Masjid Agung Syeikh Zayed


Masjid Agung Syeikh Zayed


Masjid Agung Syeikh Zayed


Masjid Agung Syeikh Zayed


Masjid Agung Syeikh Zayed


Masjid Agung Syeikh Zayed

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Tuesday, August 7, 2012

Keindahan Kota Pegunungan Ronda di Spanyol

[imagetag]

Kota ini berada di negara Spanyol. Kota Ronda terletak di cliffsides atas ngarai yang dalam, di daerah yang memiliki ketinggian sekitar 750 meter (2.460 kaki) di atas permukaan laut. Terdapat jembatan rentang yang cukup mengesankan disana,berada di ngarai yang mempercantik pemandangan kota indah tersebut. Lokasinya sekitar 591 km dari Madrid. Terletak di sebelah barat provinsi Malaga, kota ini merupakan salah satu kota tertua di Spanyol.

Kota Ronda telah ada sejak abad ke-18. Sisa-sisa bangunan Andalusia bisa ditemukan di sini. Kota ini terbagi menjadi dua, yaitu kota tua dan modern. Keduanya terpisahkan oleh jurang sedalam 100 meter bernama El Tajo.

Jika datang ke kota ini, Anda akan melihat banyak gedung dan pemukiman warga di tepi jurang. Tidak hanya itu, Kota Ronda juga akan memanjakan mata Anda dengan pemandangan pegunungan yang indah. Cocok untuk para pecinta hewan dan tumbuhan karena kota ini kaya akan ekosistem.

Untuk menjangkau kota yang terpisah El Tajo, pengunjung bisa melalui jembatan setinggi 98 meter. Jembatan ini dibangun menggunakan batu dari Sungai Tangus, menambah kesan antik. Konon, jembatan ini telah dibangun sejak kejayaan bangsa Romawi kuno. Perbedaan kota yang terpisah ini terlihat jelas dari bangunannya, yang satu tampak modern dan yang lain tampak kuno.

Kota Ronda merupakan sisa-sisa peninggalan Kerajaan Andalusia. Ini bisa dilihat dari Gereja St. Mary, tempat ibadah warga Ronda yang kebanyakan beragama Katolik. Gereja ini dulunya merupakan masjid, bisa dilihat dari hiasan di dinding dan gerbang yang masih asli. Menambah kesan klasik pada bangunan ini.

Selain gereja, contoh bangunan tua yang bisa Anda kunjungi saat ke Ronda adalah Plaza de Toros. Plaza de Toros adalah arena banteng tertua di Spanyol yang masih kokoh berdiri.

Dulu, alun-alun de Toros de Ronda dipakai untuk mengadakan pertandingan adu banteng. Kini, Plaza de Toros dimanfaatkan sebagai tempat wisata paling populer di Ronda. Arena ini memiliki diameter 66 meter, lengkap dengan 5 baris kursi penonton. Kota `Ronda memang cocok untuk Anda para pecinta sejarah.



[imagetag]


[imagetag]


[imagetag]


[imagetag]


[imagetag]


[imagetag]


[imagetag]


[imagetag]


[imagetag]


[imagetag]


Menyusuri Jalur Illuminati yang Jadi TKP "Angels and Demons"


Komunitas rahasia, Illuminati, seperti yang tercantum dalam novel laris karya Dan Brown, Angels and Demons, mengagetkan banyak orang. Berikut pengalaman wartawan Jawa Pos yang baru kembali dari Roma, AGUNG PUTU ISKANDAR, menelusuri rute-rute kelompok beranggota cendekiawan dan penyair tersebut.

= = = = = = = = = = =

DALAM Angels and Demons, Dan Brown menyebut Roma dan Vatikan sebagai kota yang menyimpan banyak simbol organisasi bawah tanah (secret society). Bahkan, tata letak kota tersebut sudah dibuat sedemikian rupa plus jalur-jalur bawah tanah buat Paus berlindung ketika Vatikan diserang.

Salah satu organisasi bawah tanah yang disebut Brown adalah Illuminati (bentuk plural dari kata dalam bahasa Latin, illuminatus, yang berarti tercerahkan, Red). Seperti diceritakan dalam Angels and Demons, organisasi itu beranggota penyair dan ilmuwan.

Mereka adalah orang-orang yang sangat menghargai ilmu pengetahuan. Karena itulah, mereka kebanyakan bertentangan dengan gereja Katolik yang begitu berkuasa di Eropa pada periode abad ke-5 sampai 15.

Kehebohan buku tulisan Dan Brown itu memang sudah berangsur-angsur menurun. Apalagi, setelah banyak diskusi dan tulisan-tulisan pembanding dibuat. Namun, di Roma, Italia, buku tersebut justru tetap menjadi topik pembicaraan.

Bahkan, beberapa travel agent malah menyediakan tur khusus untuk menyambangi tempat kejadian perkara (TKP) novel yang versi layar lebarnya sudah dibuat dengan Tom Hanks sebagai tokoh utama itu.

Salah satunya travel agent Viator yang dipandu warga Italia keturunan Amerika Serikat, Roberto. Roberto yang hanya mau nama depannya disebut itu bersedia mengantarkan para pelancong mengunjungi rute-rute yang disebut Brown dalam novelnya.

Jalan-jalan ke TKP Angels and Demons dimulai pukul 10.00 waktu setempat. Pada pukul 14.00 rute berakhir di Kastil Saint Angelo yang menyimpan jalan rahasia dari Roma tembus ke Vatikan. Petunjuk kita ada di dalam secarik kertas ini, kata Roberto sambil menyerahkan kertas cokelat kumuh sebesar kartu pos.

Kertas tersebut bertulisan empat baris puisi dari pujangga Inggris abad ke-17 John Milton. Empat baris puisi itu menjadi petunjuk awal untuk menelusuri jalur-jalur Illuminati di pusat kota Roma hingga finis di Vatikan.

From Santi"s earthly tomb with demons"s hole,
Cross Rome the mystic elements unfold.
The path of light is laid, the sacred test,
Let the angels guide you on your lofty quest.

Roberto mengatakan, puisi itu menjadi petunjuk awal dua tokoh dalam Angels and Demons, yakni Profesor Robert Langdon (diperankan Tom Hanks) dan Vittoria Vetra (Ayelet Zurer), menjelajah Roma mencari tempat para preferiti (empat kardinal calon paus) sedang diculik. Kita akan mulai dengan From Santi"s earthly tomb (kuburan bumi milik Santi, Red), katanya.

Roberto lantas menunjuk sebuah gereja yang tak jauh dari Piazza del Popolo. Yakni, Gereja Santa Maria del Popolo. Piazza del Popolo merupakan salah satu alun-alun di Kota Roma. Posisinya beberapa kilometer dari sisi timur Vatikan. Santi yang dimaksud John Milton dalam puisi tersebut adalah nama panjang seniman Italia, Raffaello Sanzio atau Raphael Santi dalam bahasa Inggris.

Di Gereja Santa Maria terdapat kapel alias la cappella yang dibuat Raphael. Kapel, menurut Roberto, sejatinya tidak bermakna seperti kata chapel dalam bahasa Inggris yang berarti tempat ibadah. Chapel dalam bahasa asli sejatinya adalah kuburan yang dibuat untuk orang-orang kaya di zaman dulu.

Kapel bikinan Raphael ditempatkan di sisi kiri hall utama gereja Santa Maria. Ukurannya seluas kamar mungil 4 x 5 meter. Kapel tersebut dibuat untuk keluarga Chigi yang merupakan keluarga ternama di Italia. Raphael membikin kapel tersebut dengan sangat bagus.

Seratus tahun kemudian, Gian Lorenzo Bernini melengkapi kapel tersebut dengan sebuah patung legendaris, yakni Habakkuk dan malaikat. Satu tangan malaikat memegang rambut Habakkuk, sedangkan tangan satunya menunjuk ke arah petunjuk selanjutnya. Yakni, Basilica Saint Peter di Vatikan.

Dan Brown menuliskan bahwa malaikat tersebut mengarahkan kita ke Basilica Saint Peter. Padahal, malaikat itu menunjuk ke patung di sebelahnya. Yakni patung Daniel and the Lion, kata Roberto.

Daniel the Lion adalah kisah tentang seorang tahanan Kerajaan Babilonia. Dia ditangkap kemudian dilempar ke kawanan singa. Habakkuk lantas diminta menolong Daniel yang sedang putus asa meminta pertolongan Tuhan.

Tapi, tidak apa-apa. Kita meluncur ke Basilica Saint Peter sekarang, kata Roberto.

Bersama beberapa orang yang penasaran dengan novel kontroversial itu, Jawa Pos ikut meluncur menuju Basilica Saint Peter, Vatikan. Dalam buku Angels and Demons, terdapat satu simbol yang mengarahkan ke petunjuk selanjutnya di Basilica tersebut. Yakni, sebuah mata angin yang berada di salah satu sudut lapangan luas di depan Katedral Saint Peter itu.

Yang dimaksud Brown dalam novelnya adalah simbol angin yang bertiup dari barat. Namanya, ponente. Angin itu mengantarkan tokoh dalam novel untuk menuju ke sisi timur yang ditunjukkan angin, yakni Gereja Saint Maria della Vittoria yang berada di sisi timur Vatikan.

Jawa Pos menemukan simbol mata angin itu tepat di sisi depan Katedral Saint Peter. Tapi, itu bukan satu-satunya simbol mata angin yang ada di lapangan besar tersebut. Padahal, novel hanya menyebut satu arah mata angin.

Jawa Pos lantas mencoba mengonfirmasi ke Roberto. Dia lantas terkekeh. Di lapangan tersebut bahkan ada enam belas arah mata angin. Setiap arah angin memiliki nama sendiri. Misalnya, angin dari arah West Nord West disebut Ponente Maestro, Nord Nord Est bernama Tramont Greco, dan Est Sud Est bernama Levante Scirocco.

Dan Brown jelas hanya menyebutkan satu nama angin. Karena itu adalah angin yang mendukung kisah dalam novelnya, kata Roberto lantas terkekeh.

Rombongan turis penggemar novel akhirnya sampai di Gereja Saint Maria della Vittoria. Di gereja tersebut terdapat sebuah patung karya Bernini yang lain. Yakni, Ectasy of Saint Teresa. Patung tersebut menggambarkan Saint Teresa bersama malaikat yang memegang anak panah. Malaikat yang tersenyum seolah hendak menancapkan anak panah tersebut ke Saint Teresa.

Karakter Bernini dalam patung-patungnya yang dia bikin selalu khas. Dia seperti meng-capture atau membekukan gerakan. Di mana-mana patung dia pasti tentang orang-orang yang bergerak, kata Roberto.

Setelah dari Gereja Saint Maria, rute selanjutnya adalah menuju Gereja Saint Agnes in Agony. Tepat di depan gereja tersebut terdapat sebuah air mancur yang dibuat Bernini.

Air mancur besar tersebut menggambarkan empat wujud manusia besar yang digambarkan dari empat benua bersama masing-masing empat sungai. Yakni, dari Benua Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika. Di air mancur besar itulah, tempat Kardinal Baggia (salah seorang calon Paus yang diculik) distempel dadanya dengan besi panas bertulisan Water.

Rute akhirnya berakhir di Kastil Saint Angelo, sebuah kastil bersejarah yang terletak di Isola Tiberina, alias pulau di tengah Sungai Tiber yang membelah Roma. Kastil itu menyimpan keagungan yang luar biasa. Di jembatan yang menghubungkan jalan utama dengan pulau terdapat karya-karya patung seniman Bernini. Patung tersebut seperti menyambut orang-orang yang telah berhasil memecahkan misteri Kota Roma tersebut.

Jalur-jalur yang kita lewati itu disebut jalur Illuminati. Dalam buku disebutkan bahwa itu adalah tantangan yang harus dilewati anggota baru. Selamat, Anda sudah jadi anggota Illuminati, kata Roberto lantas terkekeh.

Di zaman Romawi kuno, kastil tersebut awalnya adalah benteng pertahanan. Namun, saat Katolik menjadi agama yang diterima di Kekaisaran Romawi, kastil itu menjadi salah satu situs pertahanan. Dalam novel disebutkan bahwa kastil itu memiliki jalan rahasia yang menghubungkannya dengan Katedral Saint Peter. Tapi, Roberto buru-buru menepis anggapan tersebut.

Dia lantas mengajak ke lantai tiga kastil. Setelah melalui berbagai labirin bawah tanah, akhirnya rombongan sampai di lantai tiga yang merupakan benteng utama kastil. Roberto menunjuk tembok setinggi enam meter. Tembok tersebut seperti berdiri berjajar mengarah ke Vatikan. Di atasnya terdapat jalan setapak yang lebarnya cuma cukup buat satu orang.

Itu adalah jalan yang dimaksud. Jalan itu adalah akses langsung ke Vatikan kalau ada apa-apa. Paus bisa menggunakannya. Dan itu, well, sama sekali bukan rahasia, katanya lantas terkekeh. Cerita Angels and Demons memang seru, tapi novel selalu fiksi dan tidak nyata walaupun latar belakang sejarahnya benar, imbuhnya. (*/c2/ttg)

Monday, August 6, 2012

Gaya David Beckham Menunggangi Motor Chopper

Bintang sepakbola David Beckham tertangkap kamera berjalan-jalan di kota Los Angeles menggunakan sebuah sepeda motor antik berjenis chopper.  


David Beckham Menunggangi Motor Chopper


David Beckham terlihat keluar dari sebuah restoran di Los Angeles pada Jumat (3/8) dengan berkacamata hitam dan menenteng sebuah helm antik tanpa penutup wajah.



David Beckham Menunggangi Motor Chopper


Motor berjenis chopper ini rupanya mainan baru David Beckham, selain deretan mobil mewahnya.


David Beckham Menunggangi Motor Chopper

 Beberapa warga menyaksikan David Beckham keluar dari sebuah restoran di Los Angeles pada Jumat (3/8). Beckham tampak sedang bersantai dan menikmati harinya. 

David Beckham Menunggangi Motor Chopper


Tak hanya mengendarai motor machonya keliling Los Angeles, Beckham juga berencana melakukan turing bersepeda motor menyusuri jalan raya sepanjang teluk Pasifik. Ia akan melakukan roadtrip tersebut bersama sahabatnya, Gordon Ramsey.


David Beckham Menunggangi Motor Chopper



Sumber : Tempo

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Friday, August 3, 2012

Gowes Maut Di Irlandia

Gowes sepeda di jalur pegunungan itu sudah biasa, bila ingin menantang maut, cobalah bersepeda di pinggir tebing setinggi 214 meter di Cliffs of Moher, Irlandia. Dengan jalur tanpa pengaman, terpeleset berarti maut! Cliffs of Moher, adalah tebing batu yang berdiri kokoh di atas Samudera Atlantik.

www.belantaraindonesia.org

Tebing batu nan gagah ini, berada di tepi barat Burren, County Clare, Irlandia. Setiap tahunnya, Cliffs of Moher ramai dikunjungi wisatawan yang ingin melihat O'Brien's Tower.

O'Brien's Tower merupakan menara batu yang berada di titik tengah tebing. Keunikannya yang menyendiri di atas Cliffs of Moher ini pun menarik kedatangan wisatawan.

Namun, beberapa pelancong yang ingin menuju ke atas tebing ini mencoba dengan cara lain, yaitu dengan bersepeda. Seperti yang tercantum dalam situs Hike Bike Travel, ketinggiaan tebing yang berada pada ketinggian 214 meter ini, Cliffs of Moher memiliki jalur ekstrem yang bisa memacu adrenalin Anda. Jalur ini pun menjadi yang paling berbahaya di dunia.

www.belantaraindonesia.org

Tidak ada kayu atau besi pembatas di pinggir tebing. Saat mengayuh sepeda Anda pada jalur tertinggi Cliffs of Moher, Anda akan berhadapan langsung dengan ombak dan permukaan Samudera Atlantik.

Bila cuaca cerah, panorama tebing nan cantik berhias rumput nan hijau menjadi pemandangan yang alami. Akan tetapi, bila kabut mulai menyelimuti tebing, tantangan yang lebih sulit dan berbahaya siap menghalangi perjalanan Anda.

www.belantaraindonesia.org

Namun, bila Anda memiliki nyali lebih bisa terus melanjutkan perjalanan sampai ke pelataran O'Brien's Tower di puncak tebing. Dari atas tebing ini Anda bisa melihat bentangan Samudera Atlantik, Aran Islands, Galway Bay, dan Pegunungan Maumturk di Connemara.

Sebelum menjelajah jalur Cliffs of Moher, terlebih dahulu harus membayar tiket masuk seharga EUR 6 atau sekitar Rp 70.000 per orang dewasa. Bagi Anda yang masih di bawah 16 tahun tidak dikenakan biaya masuk.

Punya nyali lebih dan suka menantang alam? Buktikan keberanian Anda di jalur Cliffs of Moher! 

Wednesday, August 1, 2012

Keanehan Puasa Ramadhan di AS

Keunikan Puasa Ramadhan di AS
Fiqhislam.com - Suasana Ramadhan sama sekali tidak terasa di Dearborn, Michigan. Padahal di kota ini terdapat komunitas Muslim yang tergolong besar.

Abbas Ammar, pengelola Restauran Al-Ameer, tetap membuka rumah makannya seperti biasa. Pelanggan restorannya yang kebanyakan non-Muslim membuatnya sibuk bekerja seperti pada bulan-bulan lainnya.

“Enam puluh persen pelanggan Al-Ameer adalah non-Muslim. Mereka sama sekali tidak terpengaruh oleh Ramadhan,” papar Ammar.

Ketika ditanya apakah sulit berpuasa sambil tetap bekerja tanpa tergoda mengudap, ia mengatakan, “Saya berusaha tetap sibuk seperti biasa. Saya tahu ini bulan Ramadhan, dan saya berpuasa karena Allah. Jadi mata saya tertuju pada sesuatu yang mendatangkan pahala.”

Apa yang dialami Ammar ini merupakan hal yang umum dirasakan Muslim yang berpuasa di Amerika. Berbagai kesibukan dan kegiatan yang biasa dilakukan mereka sehari-hari tidak berubah sama sekali. Ini menjadikan puasa di Amerika lebih merupakan urusan pribadi.

Namun, di banyak tempat di Amerika, aspek kemasyarakatan Ramadhan yang umumnya dilakukan di masjid atau tempat-tempat berkumpul lainnya sangat menonjol di mana buka puasa dilakukan dengan cara potluck, yaitu setiap orang yang datang diharapkan membawa sumbangan makanan untuk dinikmati bersama; budaya yang bagi kebanyakan orang Timur tidak biasa. Tetapi, dengan cara ini kita bisa “keliling dunia” mencicipi beragam hidangan manca negara, karena berbuka dengan orang dari berbagai latar belakang etnis dan bahkan non-Muslim.

Kehadiran warga non-Muslim dalam acara berbuka ini semakin terlihat lazim di Amerika. Ashraf Sufi dan keluarganya yang tinggal di Topeka, Kansas, misalnya, kerap mengundang tetangga-tetangganya yang non-Muslim untuk berbuka bersama.
Ia mengatakan bahwa acara berbuka di rumahnya sudah lama menjadi seperti ajang dialog antar agama, karena seringkali kedatangan sekitar 70 orang, termasuk dari kelompok Nasrani, Yahudi, Budha, dan Bahai.

Seiring dengan keunikan tradisi puasa ini, teknologi dunia maya juga berperan besar dalam membantu Muslim menyesuaikan budaya Ramadan dengan irama kehidupan Amerika yang serba cepat. Blog “My Halal Kitchen,” misalnya, membantu para ibu menyiapkan aneka hidangan berbuka secara cepat setiap harinya tanpa membuat dapur berantakan.

Pemesanan makanan halal siap saji melalui internet membantu mereka yang tidak punya waktu untuk masak, khususnya para lajang dan mahasiswa, untuk berbuka atau sahur. Sementara, banyak yang menggunakan berbagai media sosial, seperti Tweeter, untuk saling berhubungan apakah untuk mengajak sahur bersama di restauran yang buka 24 jam atau membahas Al-Qur’an di masjid.

Jadi, budaya Ramadan di Amerika bukan saja unik, tetapi juga khas, karena “diciptakan” oleh mereka yang ingin memenuhi kewajiban sebagai pemeluk agama Islam dan meningkatkan ketakwaan.


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Thor Well, Pintu Gerbang ke Dunia Bawah Laut

Thor Well, atau bisa juga disebut juga sebagai Lubang atau Sumur Thor merupakan sebuah tempat yang dijuluki sebagai ‘pintu dunia laut’. Thor Well terdapat di Amerika Serikat, tepatnya di lautan pasifik. Lubang Thor sangat unik karena merupakan sumur yang terdapat di tengah laut, yang terbentuk secara alami oleh alam.

Air laut yang terhempas oleh ombak, akan masuk ke dalam sebuah lubang raksasa, dan jika arus sedang kencang maka akan menimbulkan gemuruh serta pusaran air yang mengerikan juga membahayakan. Walaupun indah dan diminati oleh banyak orang, untuk mengamati Thor Well, hanya diperbolehkan melihat dari tempat parkir yang terletak di atas tebing. Namun beberapa fotografer, sempat mengabadikan Thor Well dari jarak yang dekat, sehingga kita bisa menikmati, indahnya ‘pintu masuk dunia laut’ ini...









Sumber
Rating Artikel : 5 Jumlah Voting : 99 Orang

Tuesday, July 31, 2012

Kue Khas Jogja: Bakpia Pathuk 25...

Bakpia 25

Berbicara mengenai oleh-oleh khas Jogja pastilah nggak jauh-jauh dari yang namanya bakpia. Meskipun makanan ini aslinya berasal dari Tiongkok yaitu Tou Luk Pia yang artinya kue pia kacang hijau, namun saat ini bakpia sudah menjadi makanan khas Jogja yang awal mula produksinya berasal dari kampung Pathuk. Kampung Pathuk sendiri lokasinya nggak jauh dari Malioboro. Nggak heran kan kalau makanan ini terkenal dengan nama Bakpia Pathuk?

Dari segi merk, Bakpia Pathuk ada berbagai macam. Namun yang paling terkenal adalah Bakpia 25 dan Bakpia 75. Apa bedanya saya juga nggak tau sih. Selain itu ada juga Bakpia 55, 35, 65, 99, atau mungkin 69. Hihi.. Konon penamaan itu dulunya berdasarkan nomor rumah tempat produksi bakpia di Jalan Pathuk yang sekarang menjadi Jalan AIP II KS Tubun. Alternatif lain ada juga brand-brand yang tidak menggunakan nomor seperti Bakpia Djava atau Bakpia Kurniasari.

Untuk bakpia, sebenarnya favorit saya adalah Bakpia Kurniasari yang terletak di Jalan Glagahsari. Namun untuk pembelian di sana umumnya harus pesan dulu sehari sebelumnya. Apalagi tokonya kalau malam sudah tutup. Alternatif yang saya pilih kemudian adalah Bakpia 25 yang sudah sangat terkenal di Jogja.

Bakpia 25 setidaknya memiliki empat outlet. Dua outlet di Pathuk, sedangkan dua lagi di Jalan Laksda Adi Sucipto. Saya sendiri memilih ke outlet yang bernama Ongko Joyo di Jalan AIP II KS Tubun 65. Tempatnya nggak jauh dari Malioboro maupun Stasiun Tugu. Kalau kalian nggak tau tempatnya tinggal minta tukang becak untuk mengantarkan.

Bakpia 25

Dari segi variasi rasa, bakpia nggak melulu berisi kacang ijo. Bakpia yang original memang menggunakan rasa kacang ijo. Namun sekarang sudah ada rasa lain seperti coklat, durian, nanas, keju, dan kumbu hitam. Seiring berjalannya waktu, nggak menutup kemungkinan ada rasa lain lagi. Mungkin strawberry atau blueberry? Kalau favorit saya tetep rasa original yaitu kacang ijo dan nanas.

Soal harga, Bakpia 25 nggak jauh beda bahkan sama saja dengan Bakpia Kurniasari langganan saya. Satu kotak bakpia rasa kacang ijo isi 20 bakpia dipatok dengan harga 22.000. Sementara untuk yang isi campur (satu kotak isi aneka rasa) dihargai 26.000. Kalau dipikir memang mahal. Namanya juga udah terkenal. Kalau mau murah, ada kok merk lain yang harganya 10.000-15.000. Tapi rasa memang nggak bohong. Di Bakpia 25 kalian bisa mendapatkan bakpia yang masih hangat. Bahkan kalau mau, mampir saja ke tempat produksinya. Bisa nyicipin gratis!! Asal nggak nyicip sampai kenyang aja :p.


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Menikmati Kereta Ekonomi AC Sancaka Pagi

stasiun tugu

Setelah berada di Jogja selama beberapa hari, saya harus kembali ke Surabaya. Untuk transportasi ke Surabaya saya memang sengaja memilih kereta api. Selain harganya yang masih masuk di kantong, kereta api juga jauh lebih nyaman daripada bus. Maklum musim liburan sekolah membuat harga-harga tiket melambung tinggi baik itu untuk pesawat maupun kereta api. Untuk bus pastinya penumpang akan berdesak-desakan. Tiket kereta ke Surabaya saja sudah saya beli beberapa hari sebelumnya di Stasiun Tugu dan saya harus antri dari jam 1 siang sampai jam 5 sore hanya untuk mendapatkan tiket ini.

Seperti biasanya saya membeli tiket Kereta Api Sancaka. Di luar dugaan ternyata Kereta Sancaka memperkenalkan layanan baru yaitu kelas ekonomi AC selain dari kelas bisnis dan eksekutif. Karena penasaran tentu saya ingin mencoba layanan baru KA Sancaka ini. Harga tiket untuk kelas ekonomi AC bisa dibilang tergolong mahal, 90.000 untuk rute Jogja-Surabaya. Sementara kelas bisnis dan eksekutif berturut-turut adalah 105.000 dan 150.000. Yah ini efek dari musim liburan sekolah juga jadi harga tiket cukup tinggi.

kereta sancaka

Saat ini KA Sancaka yang dilengkapi dengan kelas ekonomi AC baru ada satu rangkaian kereta saja. Kalau kalian mau coba, pilihlah KA Sancaka Pagi dari Jogja atau KA Sancaka Sore dari Surabaya. Nggak menutup kemungkinan nantinya semua KA Sancaka akan dilengkapi dengan kelas ekonomi AC. Tinggal menunggu waktu saja, apalagi kalau peminat kelas ekonomi AC cukup banyak.

Impresi pertama saya waktu masuk ke gerbong ekonomi AC.. Hmm.. Not bad lah ya.. Tempat duduk a la kelas ekonomi berhadap-hadapan, namun tetap ada perbedaan jika dibandingkan dengan kelas ekonomi reguler. Kalau di kelas ekonomi reguler konfigurasi tempat duduknya 2-3, kalau ekonomi AC 2-2. Namun karena duduknya berhadap-hadapan, otomatis menjadi kurang nyaman untuk orang yang berbadan tinggi seperti saya. Dapat dipastikan lutut ketemu lutut dengan penumpang yang berhadapan dengan kita. Apalagi sandaran tempat duduk juga sangat tegak. OK bisa dimaklumi, walau bagaimanapun ini adalah kelas ekonomi!!

kereta sancaka

kereta sancaka

Dari segi kabin cukup nyaman dan bersih. AC di dalam kabin juga cukup dingin. Beruntung pada perjalanan tersebut kereta tidak penuh. Saya bisa memilih tempat duduk lain yang bisa digunakan untuk selonjoran dengan leluasa. Karena perut terasa lapar saya mencoba ke kereta makan untuk memesan nasi goreng. Rupanya kereta makan juga cukup bagus. Makanan langsung dimasak di kereta makan itu juga jadi cukup fresh. Rasa nasi gorengnya biasa saja tapi harganya yang luar biasa, 18.000 untuk satu porsi. Saya cukup betah berada di kereta makan. Setidaknya mulai dari Solo hingga Madiun saya berada di sana sambil ditemani ngobrol oleh juru masak dan pramugari yang sedang nganggur. Selebihnya dari Madiun hingga Surabaya kembali ke tempat duduk untuk tidur selonjoran dengan nyaman. *sigh*

kereta sancaka

Sekarang kita lihat apa perbedaan dari kelas bisnis dengan kelas ekonomi AC. Kelas bisnis menawarkan tempat duduk yang lebih nyaman dengan ruang kaki yang cukup longgar dan tidak berhadap-hadapan dengan penumpang lain. Tapi di kelas ini hanya dilengkapi dengan kipas angin saja. Terkadang kipas angin mati dan udara memang terasa cukup panas. Di lain sisi, kelas ekonomi AC menawarkan kabin yang lebih nyaman dan sejuk, namun dengan tempat duduk yang tidak nyaman. Apalagi jika kereta penuh. Harga tiket kedua kelas ini hanya berselisih 10.000 sampai 15.000 saja. Mana pilihanmu?

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !