Tuesday, July 31, 2012

Resep Nasi Goreng Canton

Aneka Resep olahan nasi goreng yang kali ini akan kita bagikan adalah Resep Nasi Goreng Canton Spesial. Gimana sih Cara Membuat Nasi Goreng Canton? simak Resep Nasi Goreng Canton Spesial ini.


Bahan Untuk Membuat Nasi Goreng Canton:
  • 3 piring nasi putih
  • 150 gram udang kupas, sisakan ekor
  • 5 buah baso ikan, iris tipis
  • 150 gram ayam fillet, iris tipis
  • 50 gram kacang polong beku
  • 5 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 cm jahe, cincang
  • 1 batang daun bawang, iris kasar
  • 2 sendok makan mentega
  • 2 sendok makan kecap asin
  • 1 sendok makan kecap ikan
  • ¼ sendok the lada bubuk ½ sendok the penyedap rasa, jika suka
  • 3 butir telur, dadar, iris tipis 
Cara Membuat Nasi Goreng Canton Spesial: 
  • Panaskan mentega, tumis bawang putih dan jahe hingga harum. Masukkan udang baso, ayam, aduk rata.
  • Tambahkan daun bawang, nasi, kecap asin, kecap ikan, penyedap rasa, lada. Aduk-aduk. Masak hingga matang. Sebelum diangkat, masukkan kacang polong, masak sebentar.
  • Hidangkan nasi goreng dengan taburan irisan telur dadar.

Suka dengan postingan diatas ? Langganan aja lewat email, gak perlu buka internet bisa baca artikel terbaru di wisbenbae deh...caranya gimana ? Ya tinggal klik di sini

5 Pesepakbola Popular yang Beragama Islam

Oleh: Rudi Riono
Sepakbola saat ini bisa dikatakan sebagai olahraga pemersatu berbagai bangsa yang ada di dunia.  Hal ini dibuktikan dengan setiap event pertandingan sepakbola yang diadakan selalu disambut baik oleh berbagai kalangan masyarakat di dunia. Sepakbola modern tidak mengenal perbedaan ras, agama dan bangsa, semua warga dunia berhak menikmati dan mengikuti pertandingan sepakbola secara fairplay. Saat ini di bulan ramadhan,  para atlet sepakbola diuji keimanannya dalam berlatih. Mereka harus mengendalikan hawa nafsu sekaligus dahaga, baik saat sedang maupun selesai berlatih. Siapa saja sih pesepakbola yang beragama islam dan menunaikan ibadah puasa? Berikut Wisbenbae merangkum 5 pesepakbola popular yang beragama islam :


1.Ibrahim Ibrahim Afellay
Ibrahim Afellay lahir di Utrecht, Belanda, 2 April 1986 adalah seorang pemain sepak bola kewarganegaraan Belanda yang beragama Islam. Keluarganya berasal dari Maroko. Ia sekarang memperkuat Barcelona. Ia berposisi sebagai pemain tengah (gelandang) atau penyerang. Ia juga memperkuat Belanda pada Piala Dunia FIFA 2010. Tahun 2012, ia juga dibawa ke Ukraina-Polandia untuk menjadi salah satu bagian Tim Nasional Belanda di ajang Piala Eropa.



Ibrahim Ibrahim Afellay

2. Lilian Thuram
Lilian Thuram lahir 1 Januari 1972,Dia juga merupakan pemain yang memeluk agama islam.mantan bek tim nasional sepak bola Perancis ini merupakan bekas pemain Barcelona sejak Juli 2006 hingga pensiun pada tahun 2008. Dari 2001 hingga 2006 ia merupakan pemain Juventus, Bersama tim nasional sepak bola Perancis, ia memenangi Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

Thuram juga berpartisipasi pada tiga Piala Dunia yaitu Piala Dunia 1998, Piala Dunia 2002 dan Piala Dunia 2006 serta empat Piala Eropa yaitu Piala Eropa 1996, Piala Eropa 2000, Piala Eropa 2004, dan Piala Eropa 2008 serta 142 kali memperkuat negaranya dan mencetak 2 gol.

Ia mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola pada 27 Juli 2008 setelah ditemukannya gangguan pada jantungnya.



Lilian Thuram

3.Seydou Kieta
Seydou Keita lahir 16 Januari 1980 adalah pesepakbola asal Mali  yang sekarang bermain untuk Dalian Aerbin FC di Liga Super Cina . Sebelumnya Seydou Kieta merupakan pemain Barcelona selama empat musim,yang dimulai 26 Mei 2008 hingga 7 Juli 2012.

Keita juga mewakili tim nasional Mali di tahun 2000-an, dan juga memegang paspor Perancis .



Seydou Kieta

4. Éric Abidal
Éric Abidal lahir di Lyon, Perancis, 11 Juli 1979 adalah bek tengah atau bek kiri Perancis. Ia berkarier di klub FC Barcelona di La Liga saat ini. Per Oktober 2007 ia telah 31 kali memperkuat Perancis.

Kini Abidal masih dalam masa pemulihan setelah operasi cangkok hati, April lalu. Abidal terpaksa  melakukan operasi cangkok hati ketika didiagnosa menderita tumor hati 2011 silam.



Éric Abidal

5. Yaya Touré
Gnégnéri Yaya Touré lahir di Sekoura Bouaké, Pantai Gading, 13 Mei 1983 adalah pemain sepak bola profesional berkebangsaan Pantai Gading yang bermain sebagai gelandang untuk Manchester City di Liga Primer Inggris dan tim nasional Pantai Gading. Yaya Touré adalah adik kandung dari Kolo Toure, yang juga bermain di Manchester City dan Ibrahim Touré yang bermain di Misr Lel Makasa.(**)



Yaya Touré




Sumber: wikipedia.org
Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

PNS siap2 Kehilangan Sebagian Uang Pensiunnya !



Kemenkeu Keberatan Uang Pensiun PNS Dibayar Hingga 3 Generasi

Jakarta - Kementerian Keuangan mengaku keberatan dengan beban biaya pensiun para Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, dan Polri. Pasalnya, pemerintah harus mengeluarkan anggaran ekstra membayar tunjangan pensiun untuk tiga generasi.

Demikian disampaikan Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus Suprijanto, di kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (31/7/2012).

"Jadi kalau PNS pensiun kita harus bayar sampai dia wafat. Setelah itu kalau dia punya istri, pensiun akan dibayar ke istri, setelah sang istri wafat, kalau dia masih punya tanggungan maka dibayarkan ke anaknya. Jadi tiga generasi kan bayarnya," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Agus, pemerintah harus mengubah skema pembayaran pensiun para PNS. Agus menjelaskan, ada dua skema pembayaran pensiun yang biasa digunakan, yakni fully funded dan pay as you go.

Dia menjelaskan, fully funded merupakan pembayaran pensiun yang mengutamakan angsuran dari para pegawainya. Dengan fully funded, maka dana yang terkumpul akan dijadikan anggaran pensiun sang pegawai di awal.

"Jadi seberapa yang dia cicil itu yang dia dapat," katanya.

Sementara untuk pay as you go, dia mengungkapkan cicilan dilakukan dari besaran gaji pokoknya saat ini, namun setelah pensiun maka akan ditanggung oleh pemerintah.

"Cicilan paling 10 persen dari gaji pokok, dari situ hanya 4,25 persen, yang 3,25 persen itu kesehatan dan 2 persen tabungan. Jadi sebenarnya dana pensiun itu kecil, saya aja hanya sekitar Rp 3 juta kalau pensiun. Tapi itu setiap bulan, dan selama tiga generasi tadi. Jadi selama ini yang menanggung pensiun itu pemerintah," ujarnya.

Namun, Agus menyatakan untuk saat ini dampak dari pembayaran pay as you go memang belum terasa. Hal ini karena masih tingginya angkatan kerja di Indonesia.

"Saat ini gap (jarak) angkatan kerja masih tinggi, jadi belum terasa," pungkasnya.


Muslimah Pertama Yang Mewakili AS di Olimpiade

Muslim women represent at the Olympics: Ibtihaj Muhammad. First Muslim woman to represent the USA at the Olympics. 


Dalam diskriminasi yang diterima oleh umat Islam di Barat, terutama pada para Muslimahnya (kerana mereka mudah dicam sebagai seorang Muslim kerana bertudung), Ibtihaj Muhammad masih mengenakan tudung, dan tambahan pula, dia merupakan seorang warga Amerika. Ini adalah sesuatu yang sangat jarang kita nampak dalam arena sukan terbesar di dunia~ :))

Kue Khas Jogja: Bakpia Pathuk 25...

Bakpia 25

Berbicara mengenai oleh-oleh khas Jogja pastilah nggak jauh-jauh dari yang namanya bakpia. Meskipun makanan ini aslinya berasal dari Tiongkok yaitu Tou Luk Pia yang artinya kue pia kacang hijau, namun saat ini bakpia sudah menjadi makanan khas Jogja yang awal mula produksinya berasal dari kampung Pathuk. Kampung Pathuk sendiri lokasinya nggak jauh dari Malioboro. Nggak heran kan kalau makanan ini terkenal dengan nama Bakpia Pathuk?

Dari segi merk, Bakpia Pathuk ada berbagai macam. Namun yang paling terkenal adalah Bakpia 25 dan Bakpia 75. Apa bedanya saya juga nggak tau sih. Selain itu ada juga Bakpia 55, 35, 65, 99, atau mungkin 69. Hihi.. Konon penamaan itu dulunya berdasarkan nomor rumah tempat produksi bakpia di Jalan Pathuk yang sekarang menjadi Jalan AIP II KS Tubun. Alternatif lain ada juga brand-brand yang tidak menggunakan nomor seperti Bakpia Djava atau Bakpia Kurniasari.

Untuk bakpia, sebenarnya favorit saya adalah Bakpia Kurniasari yang terletak di Jalan Glagahsari. Namun untuk pembelian di sana umumnya harus pesan dulu sehari sebelumnya. Apalagi tokonya kalau malam sudah tutup. Alternatif yang saya pilih kemudian adalah Bakpia 25 yang sudah sangat terkenal di Jogja.

Bakpia 25 setidaknya memiliki empat outlet. Dua outlet di Pathuk, sedangkan dua lagi di Jalan Laksda Adi Sucipto. Saya sendiri memilih ke outlet yang bernama Ongko Joyo di Jalan AIP II KS Tubun 65. Tempatnya nggak jauh dari Malioboro maupun Stasiun Tugu. Kalau kalian nggak tau tempatnya tinggal minta tukang becak untuk mengantarkan.

Bakpia 25

Dari segi variasi rasa, bakpia nggak melulu berisi kacang ijo. Bakpia yang original memang menggunakan rasa kacang ijo. Namun sekarang sudah ada rasa lain seperti coklat, durian, nanas, keju, dan kumbu hitam. Seiring berjalannya waktu, nggak menutup kemungkinan ada rasa lain lagi. Mungkin strawberry atau blueberry? Kalau favorit saya tetep rasa original yaitu kacang ijo dan nanas.

Soal harga, Bakpia 25 nggak jauh beda bahkan sama saja dengan Bakpia Kurniasari langganan saya. Satu kotak bakpia rasa kacang ijo isi 20 bakpia dipatok dengan harga 22.000. Sementara untuk yang isi campur (satu kotak isi aneka rasa) dihargai 26.000. Kalau dipikir memang mahal. Namanya juga udah terkenal. Kalau mau murah, ada kok merk lain yang harganya 10.000-15.000. Tapi rasa memang nggak bohong. Di Bakpia 25 kalian bisa mendapatkan bakpia yang masih hangat. Bahkan kalau mau, mampir saja ke tempat produksinya. Bisa nyicipin gratis!! Asal nggak nyicip sampai kenyang aja :p.


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Menikmati Kereta Ekonomi AC Sancaka Pagi

stasiun tugu

Setelah berada di Jogja selama beberapa hari, saya harus kembali ke Surabaya. Untuk transportasi ke Surabaya saya memang sengaja memilih kereta api. Selain harganya yang masih masuk di kantong, kereta api juga jauh lebih nyaman daripada bus. Maklum musim liburan sekolah membuat harga-harga tiket melambung tinggi baik itu untuk pesawat maupun kereta api. Untuk bus pastinya penumpang akan berdesak-desakan. Tiket kereta ke Surabaya saja sudah saya beli beberapa hari sebelumnya di Stasiun Tugu dan saya harus antri dari jam 1 siang sampai jam 5 sore hanya untuk mendapatkan tiket ini.

Seperti biasanya saya membeli tiket Kereta Api Sancaka. Di luar dugaan ternyata Kereta Sancaka memperkenalkan layanan baru yaitu kelas ekonomi AC selain dari kelas bisnis dan eksekutif. Karena penasaran tentu saya ingin mencoba layanan baru KA Sancaka ini. Harga tiket untuk kelas ekonomi AC bisa dibilang tergolong mahal, 90.000 untuk rute Jogja-Surabaya. Sementara kelas bisnis dan eksekutif berturut-turut adalah 105.000 dan 150.000. Yah ini efek dari musim liburan sekolah juga jadi harga tiket cukup tinggi.

kereta sancaka

Saat ini KA Sancaka yang dilengkapi dengan kelas ekonomi AC baru ada satu rangkaian kereta saja. Kalau kalian mau coba, pilihlah KA Sancaka Pagi dari Jogja atau KA Sancaka Sore dari Surabaya. Nggak menutup kemungkinan nantinya semua KA Sancaka akan dilengkapi dengan kelas ekonomi AC. Tinggal menunggu waktu saja, apalagi kalau peminat kelas ekonomi AC cukup banyak.

Impresi pertama saya waktu masuk ke gerbong ekonomi AC.. Hmm.. Not bad lah ya.. Tempat duduk a la kelas ekonomi berhadap-hadapan, namun tetap ada perbedaan jika dibandingkan dengan kelas ekonomi reguler. Kalau di kelas ekonomi reguler konfigurasi tempat duduknya 2-3, kalau ekonomi AC 2-2. Namun karena duduknya berhadap-hadapan, otomatis menjadi kurang nyaman untuk orang yang berbadan tinggi seperti saya. Dapat dipastikan lutut ketemu lutut dengan penumpang yang berhadapan dengan kita. Apalagi sandaran tempat duduk juga sangat tegak. OK bisa dimaklumi, walau bagaimanapun ini adalah kelas ekonomi!!

kereta sancaka

kereta sancaka

Dari segi kabin cukup nyaman dan bersih. AC di dalam kabin juga cukup dingin. Beruntung pada perjalanan tersebut kereta tidak penuh. Saya bisa memilih tempat duduk lain yang bisa digunakan untuk selonjoran dengan leluasa. Karena perut terasa lapar saya mencoba ke kereta makan untuk memesan nasi goreng. Rupanya kereta makan juga cukup bagus. Makanan langsung dimasak di kereta makan itu juga jadi cukup fresh. Rasa nasi gorengnya biasa saja tapi harganya yang luar biasa, 18.000 untuk satu porsi. Saya cukup betah berada di kereta makan. Setidaknya mulai dari Solo hingga Madiun saya berada di sana sambil ditemani ngobrol oleh juru masak dan pramugari yang sedang nganggur. Selebihnya dari Madiun hingga Surabaya kembali ke tempat duduk untuk tidur selonjoran dengan nyaman. *sigh*

kereta sancaka

Sekarang kita lihat apa perbedaan dari kelas bisnis dengan kelas ekonomi AC. Kelas bisnis menawarkan tempat duduk yang lebih nyaman dengan ruang kaki yang cukup longgar dan tidak berhadap-hadapan dengan penumpang lain. Tapi di kelas ini hanya dilengkapi dengan kipas angin saja. Terkadang kipas angin mati dan udara memang terasa cukup panas. Di lain sisi, kelas ekonomi AC menawarkan kabin yang lebih nyaman dan sejuk, namun dengan tempat duduk yang tidak nyaman. Apalagi jika kereta penuh. Harga tiket kedua kelas ini hanya berselisih 10.000 sampai 15.000 saja. Mana pilihanmu?

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Dengan 79.000 Terbang Ke Bali Dengan Citilink

Citilink 737-300

Bali lagi Bali lagi.. Yah ini adalah untuk kesekian kalinya saya ke Bali. Rasanya sudah sering sekali saya ke Bali, ntah itu karena liburan, ada urusan, atau secara mendadak ke Bali karena mendapatkan tiket gratis. Hehehe..

Sebenarnya trip ini sudah terjadi sejak bulan awal bulan februari yang lalu, kurang lebih seminggu setelah saya pulang dari Sulawesi Selatan. Untuk kali ini saya tidak pergi sendiri karena semi menjadi guide. Otomatis tempat-tempat yang dikunjungi di Bali ya itu lagi itu lagi..

Seperti biasanya untuk liburan saya selalu memanfaatkan tiket promo. Untuk ke Bali ini masih memanfaatkan tiket promo Citilink yang hanya 79.000 sekali jalan. Otomatis untuk berdua ke Bali pergi-pulang hanya menghabiskan 316.000 saja. Ini tentu jauh lebih murah dibandingkan naik bus atau travel kan?

Garuda Indonesia 737-800

Garuda Indonesia 737-800

Kurang lebih satu jam sebelum keberangkatan kami sudah berada di Bandara Juanda untuk check in. Pesawat kami dijadwalkan berangkat pukul 09.00. Jam-jam segitu bukanlah rush hour Bandara Juanda. Makanya bandara tidak terlihat ramai, bahkan cenderung sepi. Tidak ada antrian sama sekali saat masuk ke bandara. Saat check in juga demikian. Hasilnya dengan cepat kami memasuki ruang tunggu setelah check in.

Rupanya pesawat Boeing 737-300 yang akan membawa kami ke Denpasar pagi itu sudah berada di apron. Sesekali saya mengambil foto beberapa pesawat yang lalu lalang di apron. Namun tidak begitu lama menunggu terdengar sudah panggilan boarding untuk penumpang Citilink tujuan Denpasar. Good! 15 menit sebelum jadwal sudah boarding berarti nanti akan berangkat on time. Bulan Februari bukanlah musim padat liburan, malah bulan ini adalah saat low season. Penumpang yang ada juga tidak terlalu banyak. Mungkin load factor penerbangan tersebut hanya sekitar 70 persen saja dari total kapasitas pesawat.

Citilink 737-300

Memasuki pesawat kami disambut dua orang mbak mugari yang masih menggunakan seragam Polo T-Shirt warna ungunya dengan celana panjang casual dan sepatu kets. Hmm.. Ternyata masih belum menggunakan seragam baru. Kami duduk di kursi paling depan, 1A dan 1B yang sudah kami pesan saat pembelian tiket di website.

Citilink 737-300

Citilink 737-300

Citilink 737-300

Proses boarding berlangsung cukup cepat dan efisien. Setelah semua penumpang masuk, mbak mugari menutup pintu pesawat dan tidak lama kemudian pesawat didorong mundur dan taxi menuju runway. Selanjutnya pesawat take off dengan mulus dan tepat waktu. Selama take off dan sepanjang perjalanan saya nggak foto pemandangan di luar karena saya duduk di 1B. Kursi 1A sudah ditempati nyonya. :))

Penerbangan ke Bali dengan pesawat jet berlangsung cukup singkat. Kurang lebih hanya memerlukan waktu 45 menit saja. Seperti biasa, saat approach di Bandara Ngurah Rai sudah tersaji pemandangan alam yang luar biasa cantik. Pesawat kemudian landing dengan mulus di Bandara Ngurah Rai.


Citilink 737-300

Garuda Indonesia 737-800

Batavia Air 737-300

Tidak ada yang istimewa selama penerbangan ini. Selain karena ini maskapai low cost carrier, durasi penerbangan juga cukup singkat. Pramugari hanya terlihat berjualan seadanya saja. Yang cukup mengagumkan hanyalah harga tiketnya yang sangat murah, cuma 79.000 sekali jalan. Sering-sering kasih promo ya Citilink! Hohoho..

Selamat datang di BALI!!


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

MEGAHNYA THE NATIONAL LIBRARY OF AUSTRALIA


The National Library of Australia

Kesempatan langka bagi saya untuk dapat berkunjung ke The National Library of Australia, sebuah gedung megah dengan taman dan area parkir yang sangat luas, terletak di pinggir danau dengan pemandangan yang indah sekali.

Perpustakaan ini diresmikan pada 15 Agustus 1968 oleh PM Australia saat itu yaitu J.G. Gorton MP.



Dari luar, gedung ini kelihatan sepi, ternyata setelah masuk ke dalam, banyak orang yang sedang tekun membaca, baik melalui komputer yang terhubungkan ke jaringan lokal (LAN) maupun laptop yang dibawa sendiri dengan memanfaatkan hotspot atau wifi yang sudah disediakan.

Pengunjungnya terdiri dari anak-anak, remaja, dewasa sampai orang tua. Yang paling menyenangkan di perpustakaan ini adalah tersedianya sebuah kafe yang membuat pengunjung lebih nyaman, pergi ke perpustakaan serasa berada di pusat perbelanjaan.

Koleksinya meliputi buku-buku, surat kabar, tabloid, majalah, gambar, foto, peta, lembaran musik, rekaman sejarah, kertas naskah atau dokumen dan lain-lain.

Di ruang tempat penyimpanan buku-buku, kami melihat beberapa mobil robot berukuran sekitar 1,5 x 1 m yang bertugas memindahan buku dari suatu tempat ke tempat lain.

Di salah satu ruangan di bagian Indonesia kami disambut oleh petugas perpustakaan yaitu seorang Indonesia (kelahiran Yogyakarta), bernama Kartini, berumur sekitar 50-an tahun, bertubuh kecil, berambut keriting, berkaca mata, memandu kami dan menceritakan tentang apa yang dikerjakannya di ruangan ini.

Menurut Ibu Kartini, di Indonesia, perpustakaan ini mempunyai suatu “unit” atau bagian yang bertugas mengumpulkan segala sesuatu yang dibutuhkan perpustakaan dan mengirimnya ke Australia.

Artikel-artikel tentang Indonesia, buku, novel, koran, tabloid, majalah dan yang dirasa perlu ada di sini, bahkan mungkin lebih lengkap dari yang kita punya.

Koleksi-koleksi di perpustakaan ini sebagian besar juga sudah dialih mediakan ke dalam micro film, maupun data elektronik, sehingga lebih mudah untuk dibaca melalui media komputer.

Koran-koran lokal Australia sejak puluhan tahun yang lalu masih tersimpan rapi di sini.

Nah, sayangnya tidak boleh menggunakan kamera, sehingga saya hanya bisa mengambil gambar setelah keluar dari gedung dan merekam rute perjalanan (berjalan kaki) menuju ke apartement, sambil menikmati keindahan alam melewati danau buatan Cruises Lake.

Matahari saat itu bersinar cerah, namun angin yang bertiup kencang masih terasa cukup dingin bagi saya.




View di depan gedung




View sebelah kiri gedung









Tempat Parkir (1)




Tempat Parkir (2)

Mulai berjalan kaki




Perjalanan Pulang dari Perpustakaan

Melewati taman rumput dan pohon-pohon rindang




Pohon-pohon di Taman Perpustakaan

Terus menelusuri danau buatan Cruises Lake.




Danau Buatan Cruises Lake (1)




Danau Buatan Cruises Lake (2)




Danau Buatan Cruises Lake (3)







Menyeberangi jembatan, terlihat Tower Telstra, provider telekomunikasi terkenal Australia di puncak bukit yang bernama “Black Moutain Tower“.






Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Losmen Arthawan, Penginapan Paling Murah Di Bali !

losmen arthawan

Hal yang pertama dilakukan ketika tiba di Bali adalah mencari sewa motor. Untuk yang satu ini saya tidak terlalu bingung karena memang sudah ada langganan tempat sewa motor saat berada di Bali (daerah Legian) dengan harga yang cukup terjangkau. Hanya 50.000 per hari dengan diskon jika sewa dalam waktu yang agak lama.

Motor sudah didapat untuk beberapa hari ke depan, selanjutnya adalah mencari penginapan. Seperti yang sebelum-sebelumnya, saya mencari penginapan di Poppies Lane. Alasan yang cukup logis adalah karena di sini harga penginapan tergolong murah. Yup Poppies Lane memang surganya penginapan murah di Bali. Tidak hanya untuk turis lokal, tapi juga untuk turis mancanegara. Apalagi tempatnya sangat strategis, dekat dengan Jalan Legian serta tidak jauh dari Pantai Kuta.

Sebelumnya saya sudah pernah menginap di Dua Dara Inn, Cempaka 2, Hotel Mahendra, dan Family Hostel yang semuanya berada di Poppies Lane baik Poppies Lane 1 maupun Poppies Lane 2. Kali ini saya kembali menginap di sana tapi dengan tempat yang berbeda. Karena sedang low season, cukup mudah mencari penginapan di Poppies. Saya mendapatkan kamar di Losmen Arthawan yang terkenal paling murah di seantero Poppies. Sebenarnya saya sudah mengincar penginapan ini dari dulu saat ke Bali, namun saya selalu gagal karena losmen ini selalu penuh.

losmen arthawan

losmen arthawan

Bagi kalian yang berniat backpacking ke Bali dengan biaya hemat dan tidak terlalu mementingkan kenyamanan, Losmen Arthawan layak dicoba. Bayangkan saja, rate kamar per malam hanya 60.000 jika ditempati satu orang. Namun jika ditempati berdua cukup menambah 30.000 menjadi 90.000. Saya rasa ini adalah tarif menginap paling murah di Poppies Lane. Harga ini sudah termasuk breakfast dengan menu pilihan antara roti dengan telur atau Banana Pancake ditambah dengan salad buah (pisang + nanas). Sedangkan pilihan minumnya teh atau kopi. Harga yang sangat murah bukan?

losmen arthawan

losmen arthawan

Kata orang Jawa, ono rego ono rupo. Mengenai fasilitas tentu sangat standar dan jauh dari kata nyaman. Di dalam kamar hanya terdapat tempat tidur yang dilengkapi dengan fan, lemari, dan toilet. Ada kamar dengan satu bed besar, ada juga kamar dengan dua bed kecil. Tinggal pilih saja sesuka kalian *kalo bisa milih*. Udara kamar agak pengap, ini yang menurut saya menjadikannya kurang nyaman. Atau saya memang lagi apes aja dapet kamar yang sirkulasi udaranya jelek ya? Meskipun dari fasilitas tidak ada yang bisa diunggulkan, tapi jangan salah... Kamar di sini hampir selalu penuh. Kebanyakan yang menghuni adalah turis-turis asing malahan.

Untuk saya, kenyamanan bukan pertimbangan utama sih. Yang penting ada tempat tidur yang bersih dan toilet dengan air yang lancar itu saja sudah cukup. Toh nantinya selama liburan juga malah jarang di penginapan. Paling berada di penginapan hanya malam hari saat tidur saja. Selebihnya berada di luar untuk jalan-jalan. Buat kalian yang mau backpacking ke Bali dengan budget terbatas monggo dicek saja Losmen Arthawan di Poppies Lane 2. Kali aja masih ada kamar yang tersedia. Buat yang butuh kenyamanan jangan sekali-kali melirik penginapan ini yah, sudah pasti kalian akan kecewa.


Lihat yg lebih 'menarik' di sini !